Rahasia Otak Albert Einstein

Einstein yang memiliki sifat tergesa-gesa dalam bekerja, membuatnya jadi memiliki citra yang buruk. Bahkan professor pembimbingnya juga kurang menyukai sikapnya tersebut. Setelah lulus dari Institut Teknologi Swiss Federal pun ia kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan almamaternya karena penilaian yang kurang bagus itu. Hingga kemudian, salah seorang temannya di kelas meminta bantuan ayahnya untuk mempromosikan Einstein supata bisa bekerja di Kantor Paten Swiss, dengan jabatan asisten teknik pemeriksa pada tahun 1902. Tugas Einstein saat itu adalah menilai aplikasi paten penemu untuk berbagai alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Hingga akhirnya Einstein ditempatkan untuk menilai aplikasi paten bagi para penemu untuk berbagai macam alat yang membutuhkan pengetahuan khusus di bidang fisika. Bahkan dengan senang hati Einstein juga akan membantu untuk memperbaiki desain dan juga menyempurnakan cara kerja alat yang diajukan tersebut supaya bisa bekerja dengan lebih efektif dan efisien lagi.

Hingga posisi pegawai tetap di kantor tersebut ia dapatkan pada 1904, setelah itu gelar doktor pun ia dapatkan dari Universitas Zurich setelah menyerahkan thesis “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (On a new determination of molecular dimensions) pada tahun 1905. Tak berhenti sampai disitu, ia juga menulis empat artikel yang kemudian memberikan dasar bagi fisika modern di tahun yang sama. Kemudian banyak fisikawan yang akhirnya setuju bahwa ketiga thesis tersebut yang menjelaskan menenai gerak Brownian, efek fotolistrik, serta relativitas khusus tersebut memang layak untuk dapatkan Nobel.

Hingga kemudian Einstein mendapatkan Nobel untuk thesisnya mengenai Efek Fotolistrik, hanya saja ada banyak sekali ilmuwan yang menyayangkan hanya thesis tersebut yang diberi penghargaan Nobel, sebab mereka menganggap bahwa thesisnya yang lain juga memang sangat pantas untuk mendapatkan hadiah Nobel. Sebab artikel-artikelnya ini yang akhirnya menjadi dasar bagi fisika modern di masa depan. Yang membuat thesis Einstein menjadi luar biasa adalah, di dalam setiap kasusnya, Einstein sangat yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan juga berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang sudah membuat bingung para ilmuwan selama beberapa dekade belakangan. Thesis-thesis Einstein pun diserahkan ke “Annalen der Physik” yang merupakan organisasi Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi. Einstein yang menulis tentang Teori Relativitas Khusus ini kemudian terkenal sekali dengan rumusnya yakni E=mc². E adalah Potensi energi yang dihasilkan, sementara M adalah massa suatu benda dan terakhir C adalah kecepatan cahaya di ruang hampa (c>>300 ribu kilo meter per detik). Paper mengenai Teori Relativitas Khusus ini dimuat dalam Annalen der Physik, berjudul Zur Elektrodynamik bewegter Kerper (Elektrodinamika benda bergerak). Sejak saat itu nama Einstein pun semakin dikenal masyarakat luas.

Tanggal 17 April 1955, tercatat Albert Einstein diketahui mengalami pendarahan internal yang disebabkan oleh kasus pecahnya suatu aneurisma aorta perut, walaupun sebelumnya telah dilakukan pembedahan khusus oleh Dr Rudolph Nissen 1948 silam. Ketika itu ia sedang membuat konsep pidato untuk penampilannya di televisi untuk memperingati HUT Israel yang ketujuh. Saat itu tim medis sudah memintanya untuk melakukan operasi, akan tetapi ia menolak dan mengatakan bahwa ia ingin ‘pergi’ karena ia memang menginginkannya. Ia tak mau melanjutkan hidup jika bukan kemauannya sendiri. Ia merasa sudah waktunya untuk pergi, maka ia akan melakukannya dengan elegan.

Akhirnya Einstein pun meninggal di Rumah Sakit Princeton, pagi hari di usianya yang ke 76, ia sudah bekerja dengan sangat keras walaupun sisa usianya sudah mendekati akhir. Hanya saja selama autopsi, seorang ahli patologi dari Rumah Sakit Princeton, yang bernama Thomas Stoltz Harvey memutuskan untuk mengambil otak Einstein untuk diawetkan dan diteliti tanpa izin keluarga Einstein, ia berharap bisa mendapatkan kemajuan mengenai penyebab otak Einstein menjadi begitu cerdas yang bisa dilakukan oleh tim ahli ilmu saraf di masa depan. Jenazah Einstein sudah dikremasi dan lokasi penyebaran abunya dirahasiakan ke publik.

Tags: , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares