Mengenal lebih Jauh Initial Coin Offering (ICO)

Mengenal Lebih Jauh,

Initial Coin Offering (ICO)

Sebelum membahas apa itu ICO, kita harus menyinggung terlebih dahulu tentang bitcoin. Masih ingat dengan kehadiran bitcoin, mata uang digital yang diluncurkan sejak tahun 2009 dan nilainya terus meningkat hingga kini?Bitcoin adalah mata uang digital yang bisa digunakan dalam trasaksi online, dengan beberapa ‘kelebihan’ dibanding mata uang konvensional.

Bitcoin memudahkan kita untuk bertransaksi secara online, tanpa diatur oleh bank central. Proses pengiriman antar akun juga tidak perlu melalui bank atau pihak mana pun. Selain itu, juga tidak ada pajak karena belum ada aturan pemerintah terkait peredarannya. Sejak diluncurkan tahun 2009, harga bitcoin saat itu hanya $ 0,00076. Sedangkan saat ini, harga bitcoin per 5 Desembar 2017 sudah mencapai $   11.239,40 per btc. Sebuah lonjakan yang sangat signifikan, bukan?

Dengan adanya bitcoin yang dianggap sukses tersebut, maka coin-coin baru pun bermunculan dengan kelebihan dan fitur masing-masing, seperti etherium (ETH), Litecoin (LTC), Dogecoin(Doge), Bitcoin cash (BCH), dan koin lain yang berjumlah ribuan. Nah, di tahun 2017 ini dunia cryptocurrency kedatangan koin yang disebut dengan ICO.

Apa itu ICO ?

Initial Coin Offering adalah penawaran coin terawal oleh developer, sebelum diluncurkan ke pasar bebas. Berhubung developer mengalami keterbatasan dana, mereka biasanya melakukan program ICO untuk mengumpulkan dana guna mengembangkan proyek coin digital mereka. Dengan demikian proyek tersebut bisa selesai secepatnya.

Biasanya developer menyediakan whitepaper, untuk memberikan gambaran projek coinnya. Dalam white paper, Anda bisa melihat spesifikasi coin, tujuan, program, hingga target jumlah yang ingin dicapai dari coin tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan ICO

Dengan melihat kelebihan ICO, Anda dapat lebih memahami apa itu ICO.

  • Dengan meluncurkan ICO, para developer bisa mendapatkan dana bantuan dari masyarakat, untuk mempercepat proyek yang sedang dikembangkan, sehingga dapat segera dinikmati oleh banyak orang.

 

  • Sementara para investor akan mendapatkan coin atau token, yang nantinya dapat diperdagangkan secara bebas di pasar exchanger. Perlu dicatat, harga yang didapatkan ini jauh lebih murah karena saat coin tersebut diluncurkan, jika diterima oleh pasar harganya akan melonjak tinggi. Inilah alasan ICO dianggap menguntungkan bagi para investor.

Sebagaimana investasi lain, ICO juga memiliki kekurangan atau kerugian.

  • Sebagai sebuah investasi, investor memberikan uang kepada pihak ketiga. Uang ini bisa saja disalahgunakan tidak sesuai perjanjian. Bisa saja ICO dibawa lari atau situs webnya terkena hack dan beragam kejadian lain yang sering disebut SCAM.
  • SCAM bisa terjadi jika proyek tujuannya tidak jelas atau tim developer tidak terpampang di website tersebut. Penjelasan lebih lengkap biasanya bisa ditemukan dalam whitepaper dan roadmap-

Hal yang perlu diperhatikan untuk Meminimalisasi Kerugian

Namun jangan khawatir, Anda bisa meminimalkan kerugian. Sebelum Anda membeli ICO ini perlu diperhatikan hal-hal berikut.

  • Anda sebaiknya tidak membeli ICO, jika tujuan developer hanya sebatas membuat coin asal laku di pasaran dan bisa pair dengan BTC saja.
  • Anda harus mengenali dengan baik orang–orang di balik proyek ICO ini beserta latar belakangnya. Mereka harus memiliki kapasitas di dunia Jadi Anda memerlukan data POD [Proof Of Development] sebagai buktinya.

 

Nah, sebagai langkah awal Anda bisa mengunjungi website Tokenomy.com yang memiliki manajemen yang telah berpengalaman selama 4 tahun, mengelola crypto exchange terbesar se-Asia Tenggara. Selain itu, Tokenomy ICO juga bekerjasama dengan bitcoin.co.id, sebagai platform penjualan koin digital tepercaya.

Demikianlah, penjelasan tentang apa itu ICO agar Anda lebih memahami sebelum masuk dalam dunia crypto, yang bisa dikatakan memiliki keuntungan yang menjanjikan. Semoga bermanfaat bagi calon investor seperti Anda.

Mari Dukung ICO anak bangsa seperti Tokenomy Sekarang juga!

Kunjungi Tokenomy.com

Baca Juga: Apa itu Tokenomy

Tags: , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares