Bitcoin Bisa Dijadikan Mahar Pernikahan, Bisa Juga untuk Sawer Pelakor

Seorang penggunan Bitcoin bernama Fajar Widi menikah dengan mahar 1 Bitcoin. Hal ini sengaja dilakukan karena Wiwid, begitu sapaannya, ingin menjadi pengantin pertama yang menikah dengan menjadikan bitcoin sebagai maharnya. Mahar yang lumayan mahal. Namun, termasuk ide mahar yang anti-mainstream. Saat pernikahan Wiwid dan istri berlangsung, bitcoin masih bernilai 90 juta rupiah, tepatnya pada tanggal 11 November 2017. Sekarang, tepatnya 22 Februari 2018, 1 bitcoin sudah menembus angka 150 juta rupiah. Beruntunglah istri Wiwid karena sekarang mendapatkan profit 60 juta dari bitcoin. Namun jika masih ingin menyimpannya, di masa depan bisa saja harganya tambah melambung tinggi.

Terbayang saat akad berlangsung, penghulunya melongo. Para saksi pun menganga lebar. Semua orang terheran-heran. Maklum, biasanya harta yang dijadikan mahar adalah emas atau uang tunai. Bitcoin sebagai mahar tentulah hal yang belum pernah terjadi. Namun penghulu pernikahan Wiwid termasuk penghulu yang beruntung karena menjadi saksi perkembangan zaman. Inilah era kejayaan uang virtual cyptocurrency!

Yang mengejutkan ide tentang mahar bitcoin ini datang dari istri Wiwid sendiri. Awalnya, sang istri kesal karena Wiwid terlalu antusias bisnis bitcoin. Laki-laki memang kadang lupa waktu kalau sudah menekuni hobi. Namun, Wiwid punya pasangan yang pengertian. Bukannya melarang, Wiwid malah ditantang oleh calon istrinya waktu itu untuk menjadikan bitcoin sebagai mahar pernikahan kelak. Harga satu bitcoin yang gila-gilaan pun dijabani oleh Wiwid.

Di hari H, Wiwid menjadikan sebuah replika koin berlogo Bitcoin sebagai perwakilan simbolis untuk 1 Bitcoin di dompet virtual. Pada praktiknya, untuk benar-benar memberikan bitcoin kepada sang istri, Wiwid harus transfer bitcoin dari dompet virtualnya ke dompet virtual milik istrinya.

Sebenarnya, keluarga Wiwid dan Mustika, istri Wiwid, tidak mengerti apa itu bitcoin. Untungnya, pihak keluarga tidak ada yang protes meski pernikahan anaknya berlangsung dengan embel-embel mahar yang tak biasa. Sebab memang itulah keinginan pengantin perempuan yang harus dituruti.

Yang penting dari sebuah pernikahan adalah pernikahan itu sendiri. Mahar bisa berbentuk apa saja, asal pihak pengantin perempuan mau menerima dan pihak pengantin laki-laki bisa memberikannya. Dengan kesepakatan tersebut, pernikahan bisa berlangsung damai dengan harapan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Jangan sampai ada orang ketiga di dalam pernikahan. Jangan seperti kasus Bu Dendy yang melabrak Mbak Nyla karena dituduh sebagai pelakor alias perebut laki orang. Di dalam video yang viral di media sosial, tampak Mbak Nyla yang tertunduk malu, lalu Bu Dendy memarahinya sembari menebar uang kertas kepadanya.

Alasan ritual saweran tersebut bisa terjadi karena Bu Dendy berhasil menguak perselingkuhan antara suaminya, yaitu Pak Dendy dengan sahabatnya sendiri, yakni Mbak Nyla. Bu Dendy mengendus aroma mencurigakan saat mengecek mutasi rekening suaminya yang memuat riwayat transfer ke rekening Mbak Nyla.

Di dalam video, Bu Dendy mengatakan jika Mbak Nyla sering meminta uang kepada suaminya. Oleh sebab itu, Bu Dendy memberikan uang sekian juta rupiah kepada Mbak Nyla secara cuma-cuma. Namun cara yang Bu Dendy lakukan sangatlah tak sopan. Bu Dendy menyawer Mbak Nyla, padahal Mbak Nyla joget saja tidak.

Seandainya Bu Dendy adalah pemain bitcoin, tentu hal ini tidak akan ribet. Bu Dendy tidak perlu tarik tunai banyak-banyak hanya untuk menyawer, cukup transfer bitcoin ke dompet virtual Mbak Nyla. Hanya klik-klik saja, bitcoin sudah masuk. Simpel.

Tags: , , , , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 shares