Black Panther: Belajar Kepemimpinan dari T’Challa sang Raja Wakanda

T’Chaka sang Raja Wakanda meninggal dunia dalam film Captain Amerika: Civil War. Setelah ditinggal mati oleh sang ayah, Pangeran T’Challa harus naik takhta. Inilah kekurangan sistem monarki: seorang pangeran harus dilantik menjadi raja sesaat setelah masa berkabung kehilangan orang tuanya. Di saat rapuh begitu, harus menanggung beban berat. Namun, T’Challa harus kuat menjalani takdirnya demi kelangsungan hidup rakyat Wakanda. Kewajiban ini harus dilakoni, tidak bisa ditinggal ngopi.

Poin pertama menjadi pemimpin: harus siap memimpin di kondisi paling buruk sekalipun.

Baru memikul tanggung-jawab sebagai raja Wakanda, T’Challa sudah diberi mandat oleh W’Kabi sang pemimpin pasukan penjaga perbatasan untuk menangkap Ulysses Klaue supaya bisa diadili di Wakanda. Klaue adalah penjahat yang pernah bikin onar di Wakanda, bahkan membunuh ayah dari W’Kabi. Raja sebelumnya lalai dengan permintaan keluarga korban Klaue untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Itulah sebabnya W’Kabi wanti-wanti sang raja baru untuk segera menangkap Klaue. Sebab W’Kabi percaya, di pundak pemimpin baru, ada harapan baru.

Poin kedua menjadi pemimpin: menyelesaikan kasus-kasus yang tidak diselesaikan oleh pemimpin sebelumnya.

T’Challa berubah wujud menjadi Black Panther demi ikhtiar menangkap Klaue di Busan, Korea Selatan. Namun Klaue berhasil kabur dibantu oleh Erik Killmonger. Erik Killmonger membawa Klaue ke hadapan W’Kabi yang mendambakannya. W’Kabi pun langsung beralih haluan, yang semula setia kepada T’Challa menjadi pendukung Erik Killmonger dalam menggoyang takhta Wakanda. Sebab Erik Killmonger berhasil menggenapi ‘mahar politik’ yang diminta W’Kabi: ‘menghakimi’ Klaue. Secara nasib pun keduanya sangat nyambung: sama-sama ditinggal mati ayah yang terbunuh. Mereka berdua merawat luka tersebut, lalu memupuknya menjadi tenaga untuk menunaikan dendam kesumbat. Tak terbayangkan kekuatan terpendam dari orang-orang yang lama menyimpan sakit hatinya.

Poin ketiga menjadi pemimpin: bersiaplah kehilangan dukungan dari rekan politik yang kecewa karena tidak terpuaskan.

Maksud kedatangan Erik Killmonger ke Wakanda adalah kudeta. Penyerangan ini didukung oleh pasukan penjaga perbatasan. Kepada Raja Wakanda dan jajarannya, Erik Killmonger menunjukkan sariawan warna biru di bagian dalam bibir bawahnya, pertanda dirinya berasal dari Wakanda. Terlebih, Erik Killmonger adalah keponakan dari T’Chaka dan memiliki cincin yang dianggap ‘mahkota’ di Wakanda. Itu artinya Erik Killmonger berhak menaiki takhta.

Poin keempat menjadi pemimpin: selalu waspada dengan kudeta atau pencopotan jabatan yang bisa terjadi kapan saja.

Dalam ritual pertarungan memperebutkan singgasana, T’Challa harus mau meladeni Erik Killmonger yang punya hak menjadi raja. Hasil dari pertarungan ini dianggap sah menurut tradisi Wakanda yang menganut sistem kepemimpinan ‘monarki jotos-jotosan’.

Poin kelima menjadi pemimpin: bersedia menjalani proses perebutan kursi kekuasaan dan menerima apapun hasilnya.

Setelah mengalahkan T’Challa, Erik Killmonger pun dilantik menjadi raja Wakanda. Semua pasukan dan jajaran kerajaan menurut kepada Erik Killmonger sebagai raja anyar. Hal ini menunjukkan jika orang-orang dalam sistem kepemimpinan adalah perangkat yang tidak bisa memihak pribadi. Jajaran kerajaan harus melayani sang kepala pemerintahan yang dilantik secara sah, terlepas siapapun pemimpinnya. Itulah mengapa PNS di Indonesia tidak boleh menunjukkan keberpihakan dan harus netral karena mereka bagian dari perangkat kepemimpinan.

Poin keenam menjadi pemimpin: hindari penyakit gila jabatan sebab tidak ada kekuasaan yang abadi dan loyalitas bawahan ada batasnya.

Dari tokoh spiritual di Wakanda bernama Zuri, T’Challa mengetahui masa lalu kelam dari Erik Killmonger. Di tahun 90’an, ayah T’Challa dan ayah Erik Killmonger yang mana masih kakak-adik, terlibat konflik karena perbedaan ideologi. T’Chaka ingin tetap menjaga kerahasiaan eksistensi Wakanda beserta sumber daya alamnya berupa vibranium, namun ayahnya Erik Killmonger menginginkan sebaliknya.

Poin ketujuh menjadi pemimpin: perbedaan ideologi bisa memecah-belah persaudaraan, namun rasa kemanusiaan seharusnya bisa jadi jembatan.

Fakta yang ditutup-tutupi selama ini adalah T’Chaka membunuh adiknya sendiri. Bukan tanpa alasan, adiknya tersebut yang menyerang terlebih dahulu dan apa yang dilakukan T’Chaka hanyalah pembelaan diri. Mungkin itulah alasan mengapa T’Chaka berpesan kepada anaknya bahwa menjadi pemimpin dengan hati baik adalah hal yang sulit. T’Chaka sadar bahwa dirinya jahat dan telah melakukan kejahatan dan menutupinya selama ini. Padahal hal tersebut adalah peristiwa penting bagi sejarah Wakanda.

Poin kedelapan menjadi pemimpin: pemimpin juga manusia biasa yang bisa salah dan dosa dan bisa menutupinya demi citra diri.

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 shares