Burakumin: Kasta Tak Kasat Mata

Selama ini kita mengenal Jepang karena manga, anime dan AKB48 saja. Jepang yang terkenal maju secara teknologi, ternyata menyimpan fakta yang cukup mengherankan. Siapa yang menyangka kalau di Jepang ada kasta tak kasat mata?

Jepang adalah salah satu negara di mana hanya etnis lokal yang menguasai semua aspek kehidupan di sana. Dalam bermasyarakat sekalipun, sejauh mata memandang kita hanya akan melihat etnis Jepang saja. Sedikit sekali etnis lain nampak di Jepang, kalaupun ada hanya segelintir orang saja. Walaupun etnis Jepang mendominasi, ternyata ada kasta yang diabaikan oleh orang Jepang itu sendiri, salah satunya adalah Burakumin.

Bagi penggemar manga, pasti tahu dengan serial manga Jepang berjudul Barakamon.  Barakamon dikarang dan diilustrasikan Satsuki Yoshino. Manga ini bercerita tentang Seishū Handa, yakni seorang kaligrafer yang pindah ke Pulau Gotō yang letaknya di sebelah barat pesisir Kyūshū, dan bermacam interaksinya dengan para penduduk asli pulau tersebut. Tapi ternyata tidak ada hubungannya dengan Burakumin. Hanya ada kesamaan huruf konsonan saja pada kedua nama tersebut. Huruf vokalnya tetap berbeda. Otomatis artinya juga berbeda.

Kita bisa mengatakan jika Burakumin adalah kasta paling rendah yang ada di Jepang. Semuanya berawal dari era Tokugawa pada tahun 1603. Sekelompok manusia yang merupakan produk bentukan kepercayaan agama dan masyarakat sosial pada zaman itu. Burakumin adalah kelompok manusia paling rendah, semua yang berhubungan dengan mereka adalah hina dan tercemar. Oleh karena itulah masyarakat yang terlahir sebagai seorang Burakumin akan didiskriminasi dan kehilangan berbagai haknya sebagai manusia. Padahal tidak ada bayi yang minta dilahirkan sebagai Burakumin atau non Burakumin.

Sebelum dikenal dengan sebutan Burakumin, kelompok masyarakat kasta terendah ini dilabeli dengan istilah yang lebih hina, yakni Eta (sekelompok orang kotor). Semua masyarakat dari kasta ini bekerja kasar dan kotor, seperti tukang kulit, jagal, algojo, pengurus jenazah, pekerja di pembuangan limbah dan lain sebagainya. Perlakuan untuk mereka juga semena-mena, sebab mereka adalah orang buangan. Hingga akhirnya, kelompok buangan ini kemudian membentuk dusun sendiri dan dikenal masyarakat lainnya sebagai buraku. Min singkatan dari orang atau bangsa. Etimologi kata Burakumin tak lain adalah, orang dusun.

Walaupun hampir tak ada beda fisik antara Burakumin dengan non Burakumin sekarang ini, pada rezim Tokugawa dulu jauh lebih mudah untuk membedakan kelompok tersebut. Sebab mereka tinggal di dusun yang terpisah. Serta diwajibkan memiliki penampilan khusus seperti pakaian, sendal dan bahkan gaya rambut khas orang buangan. Mereka dilarang memiliki hak sawah. Sudah begitu, mereka memiliki jam malam yang harus mereka patuhi jika tak mau dapat masalah.

Burakumin sudah resmi diproklamirkan merdeka oleh pemerintah sekitar empat tahun setelah Restorasi Meiji pada tahun 1868. Secara hukum mereka telah bebas pada tahun 1871, yaitu dengan dihapuskannya secara resmi sistem kasta feodal. Hanya saja yang disayangkan adalah proses asimilasi kelompok ini ke dalam dunia modern masih agak alot.

Bisa dibilang kehidupan sekarang lebih ramah untuk Burakumin, namun ada beberapa praktik deskriminatif yang masih berlanjut. Misalnya, beberapa perusahaan besar dan kecil di Jepang menggunakan cek latar belakang calon karyawan yang dicurigai berasal dari Burakumin, yang nantinya dijadikan pengungkit untuk membatasi jalur karir. Bahkan beberapa keluarga juga menggunakan pemeriksaan latar belakang untuk memastikan bahwa siapa pun yang menikahi keluarga mereka bukanlah keturunan dari Burakumin.

Setiap hari Rabu tim ilmu.com akan membahas hal-hal yang jarang mau dibahas khalayak umum. Kami sebut rubrik ini – Rabu Tabu. Menurut Wikipedia, berikut adalah definisi tabu: Tabu atau pantangan adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat.

Nantikanlah tulisan asyik yang akan menemani dan menambah wawasan anda setiap hari Rabu ini.

Jangan sungkan untuk bertanya, mengkritik, berkomentar, atau sekedar Say Hi! di kolom komentar ya!

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 shares