Calvin Kizana, Penggawa di Balik Kesuksesan Aplikasi PicMix

Bagi anak zaman sekarang, aplikasi editing foto rasanya sudah bisa dihapal di luar kepala. Mulai dari aplikasi Instagram yang paling populer hingga aplikasi editing foto kecil-kecilan yang dibuat oleh perorangan. Nah, di antara sekian banyak aplikasi tersebut, ada aplikasi editing foto populer yang cukup menarik untuk disimak, yaitu PicMix. Aplikasi yang sudah diunduh oleh puluhan juta pengguna di seluruh dunia ini adalah hasil buah tangan anak Indonesia yang bernama Calvin Kizana.

Bergesernya tren pengguna gawai yang semakin gemar mengambil foto kala itu menjadi salah satu latar belakang lahirnya PicMix yang digawangi oleh Calvin. Selain itu, rasa kesal yang sudah lama dipendam oleh Calvin karena ada saja pihak yang meremehkan aplikasi karya anak bangsa juga menjadi salah satu alasan untuk menciptakan PixMix. Setelah berbicara dengan tujuh orang temannya, yakni Sandy Colondam, Revie Pitono, Vinsen Mego, Yogi, Roberto, Christian, dan Nico, PicMix pun lahir ke dunia.

PicMix pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 dan berenang di kolam kecil bernama BlackBerry World. Ya, Anda tidak salah baca. Di tahun 2012, BlackBerry memang masih cukup berjaya dan keputusan Calvin untuk meluncurkan aplikasi mereka di platform BlackBerry pun membuahkan hasil manis. Dalam waktu singkat, sekitar dua bulan, PicMix berhasil menjadi raja di kolam kecil tersebut dan memperoleh satu juta pengguna dari seluruh dunia.

Di samping itu, Instagram yang sedang manis-manisnya dan banyak dilirik oleh pengguna Android dengan iOS tetapi tak kunjung hadir untuk BlackBerry dan Windows Phone, juga menjadi salah satu alasan mengapa PicMix bisa mendulang sukses. Namun, tentu saja alasan utama kesuksesan PicMix adalah kualitas aplikasinya. Cepatnya pertumbuhan pengguna PicMix di dua tahun pertama menjadi salah satu bukti bahwa kualitas aplikasi yang digawangi oleh Calvin dan tujuh orang temannya ini memang sangat baik.

Pria yang lahir di Jakarta pada tanggal 27 Desember 1973 ini pun sempat kaget dengan pesatnya pertumbuhan aplikasi PicMix di dua tahun pertama yang bisa memiliki 23 juta pengguna tanpa mengeluarkan biaya pemasaran sepeser pun. Berbagai kerja sama dengan perusahaan besar secara perlahan juga mulai terjalin. Salah satunya dengan Kodak. Lewat kerja sama ini, pengguna gawai dengan sistem operasi Android yang memakai PicMix di Amerika Serikat bisa mencetak foto-foto di gerai Kodak.

Selain itu, aplikasi yang lahir dari tangan pria yang pernah menempuh pendidikan ilmu komputer di Universitas Nusantara ini juga telah menjalin kerja sama dengan Camera360. Tujuannya, untuk dapat memperkaya fitur pengolahan foto. Paling baru, PicMix juga menjalin kemitraan dengan e-mas dari Orori untuk mengadakan sebuah program promosi berbasis gamifikasi di aplikasinya.

Calvin yang sudah berpengalaman lebih dari 12 tahun di industri teknologi informasi memang tidak pernah berhenti menahkodai PicMix ke arah yang lebih baik. Di tahun 2016 silam misalnya, buah investasi seri A pun berhasil diamankan dan uang segar tersebut rencananya akan digunakan untuk mengembangkan PicMix menjadi lebih besar. Mulai dari ekspansi global hingga mentransformasikan PicMix ke ranah social commerce yang belum banyak disentuh oleh pemain besar.

Sebagai salah satu pendiri PicMix, Calvin sendiri sekarang ini tengah memangku jabatan sebagai CEO. Di bawah kepemimpinannya, PicMix pun berhasil tumbuh menjadi salah satu aplikasi editing foto ‘gado-gado’ paling populer. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Pencapaian terbarunya yaitu keberhasilan PicMix untuk merengkuh 30 juta pengguna di dunia per Maret 2017 silam.

[Img Source: IPMI Campus Youtube]

Tags: , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 shares