Cerita di Balik Penamaan Partisi Hard Disk Windows yang Selalu Dimulai Dari Huruf “C”

Pengguna PC atau laptop dengan sistem operasi Windows pasti sudah tahu kalau partisi hard disk di perangkat miliknya itu dimulai dengan huruf “C”- Drive (C:). Eh, tunggu. Lalu ke mana si-A dan si-B? Harusnya mereka dapat jatah dong? Apa Bill Gates menabrak tiang listrik ketika dia membuat sistem operasi Windows sampai lupa kalau sebelum si-C masih ada si-A dan si-B?

Tunggu sebentar. Mari kita kesampingkan dahulu tiang listrik karena dia tidak punya hubungan apapun dengan ‘Papah’ Bill Gates ketika dia membuat sistem operasi Windows. Selain, membantu memberikan pasokan listrik tentunya.

Kenyataannya, ada sejarahnya kenapa hanya si-C yang terlihat dan cerita ini dimulai di sekitar tahun 1960-an ketika IBM masih menjadi perusahaan komputer raksasa yang hampir tak punya lawan. Jadi, ide awal untuk memberikan huruf yang berbeda pada setiap piranti penyimpanan komputer berawal dari sistem operasi yang saat itu digunakan oleh IBM yang tidak memiliki hard disk, yakni CP/M (Control Program for Microcomputers). Dari situ, prosesnya terus berkembang, terutama setelah Microsoft membuat kesepakatan dengan IBM di tahun 1980-an.

Pada awal era berkembangnya teknologi PC, Microsoft yang dinahkodai oleh Bill Gates memang telah memiliki nama besar sebagai perusahaan pemrograman komputer, khususnya dengan versi bahasa BASIC yang sampai saat ini menjadi standar pada setiap PC.

Kemudian, di tahun 1980-an, Microsoft membuat kesepakatan dengan IBM yang akhirnya membeli kloningan sistem CP/M IBM yang kemudian disebut dengan 86-DOS atau MS-DOS. Meski penuh kontroversi, dari sini Microsoft mulai menemukan jalan terang untuk tumbuh menjadi raksasa perusahaan teknologi.

Lalu, apa hubungannya dengan penamaan pada partisi hard disk di komputer saat ini?

Singkat ceritanya begini. Ketika CP/M berkuasa sebagai sistem operasi, sebenarnya mereka sudah menerapkan skema penulisan pada setiap disk drive yang dipakai dengan referensi file lengkap terdiri dari drive letter (huruf), titik dua, nama file, dan filetype. Contohnya, A:README.TXT. Skema ini pada dasarnya menurun ketika Microsoft mengembangkan sistem operasi MS-DOS mereka dan setelahnya.

Namun, disk drive yang digunakan oleh CP/M sebagai media penyimpanan pada saat itulah yang perlu diperhatikan.

Sebenarnya, saat CP/M duduk di singgasananya, hard disk sudah beredar di pasaran. Namun, harganya masih terlampau mahal. Jadi, disk drive yang dipilih oleh CP/M saat itu adalah floppy disk atau yang lebih dikenal dengan disket. Kids jaman Now sekarang, sudah tentu tidak tahu barang antik ini. Mendengar namanya pun belum tentu familiar.

Di floppy disk inilah huruf A dan B dipakai sebagai representasi dari fungsi floppy disk tersebut. Sederhananya, si-A digunakan untuk merepresentasikan floppy disk yang menjalankan sistem operasi dan si-B untuk floppy disk kedua.

Akan tetapi, seiring dengan derasnya laju perkembangan teknologi, harga hard disk pun menjadi semakin terjangkau dan dapat digunakan pada PC. Pada akhirnya, ketika hard disk mulai menjadi standar penyimpanan pada sebagian besar PC, Drive (C:) pun lahir untuk merepresentasikan hard disk sebagai media penyimpanan ketiga.

Dengan perkembangan teknologi yang cepat, disket pada akhirnya menjadi semakin tidak relevan lagi dan pada akhirnya ditinggalkan. Maka dari itu, kini kita hanya bisa melihat Drive (C:) saja. Namun, jika kita memasang floppy drive atau floppy drive portable pada komputer-komputer yang baru diluncurkan saat ini, Windows akan tetap dapat mendeteksinya sebagai Drive (A:) atau Drive (B:). Ini karena skema penamaan tersebut masih tetap dipakai sampai saat ini.

Jadi, sekarang sudah tahu dong kenapa huruf A dan B tidak terlihat lagi?

Tags: , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 shares