Facebook: Iseng-Iseng Berhadiah ala Mark Zuckerberg

Siapa yang tak mengetahui Facebook? Media sosial kenamaan ini digunakan oleh jutaan orang di seluruh belahan bumi. Walaupun bermunculan banyak media sosial lain, akan tetapi Facebook tetap memiliki tempat pertama di hati pengguna internet. Sejarah Facebook sudah dimulai jauh hari sebelum ponsel pintar dengan sistem operasi Android digandrungi masyarakat. Facebook yang merupakan aplikasi mahakarya Mark Zuckerberg ini telah diluncurkan pada 2004 silam. Uniknya lagi, gagasan dibalik penciptaan jejaring sosial yang satu ini muncul dari kekesalan kegagalan pengguna internet yang tak bisa menilai foto sendiri.

Pada 2003, Zuckerberg hanya seorang mahasiswa tahun kedua di Harvard, ia lantas mengerjakan sebuah software khusus untuk situs website yang bernama Facemash. Keterampilan sains komputernya pernah ia gunakan untuk jahil seperti hacking ke jaringan keamanan Harvard, saat itu ia iseng menyalin gambar ID siswa dimiliki oleh asrama dan kemudian digunakan untuk memenuhi situs baru yang ia ciptakan itu. Ternyata situs iseng bikinan Zuckerberg itu cuma semacam situs permainan dimana akan muncul dua foto yang akan dibanding-bandingkan, maka yang menarik dan mana yang biasa saja.

Saat Facebook berhasil beroperasi pada 28 Oktober 2003, ternyata beberapa hari kemudian eksekutif Harvard pun menutupnya. Saat itu Zuckerberg juga dituduh telah melanggar keamanan yang sangat serius, sudah melanggar hak cipta dan juga sudah melanggar privasi individu karena nekat mencuri foto siswa yang kemudian ia gunakan untuk mengisi situsnya itu. Bahkan saat itu ia sampai didepak dari universitasnya.
Walau begitu, ia tak menyerah hingga pada 4 Februari 2004 kemudian Zuckerberg berhasil meluncurkan situs baru bertajuk “Thefacebook”. Penamaan situs tersebut dilakukan setelah direktori diserahkan kepada mahasiswa, supaya bisa mempermudah mereka untuk saling mengenal.
Belum genap seminggu, gugatan hukum dari sarjana Harvard Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss dan Divya Narendra datang, mereka menuduh bahwa Zuckerberg telah mencuri gagasan mereka untuk situs jejaring sosial HarvardConnection. Mereka bersengketa namun kemudian tuntutan hukum tersebut selesai secara kekeluargaan. Kemudian Zuckerberg tetap maju, situs bikinannya hanya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, akan tetapi kemudian ia mengajak beberapa rekan untuk mengembangkan situs bikinannya tersebut.

Pada waktu itu formasi awalnya adalah Eduardo Saverin mengerjakan bisnisnya, kemudian Dustin Moskovitz menjadi programmernya. Sementara itu Andrew McCollum dipercaya menjadi seniman grafis web dan kemudian Chris Hughes menjadi juru bicara de facto. Bersama-sama dengan tim inilah kemudian Zuckerberg berhasil memperluas situsnya ke universitas dan juga berbagai perguruan tinggi lain di sekitar Harvard.

Hingga pendiri Napster dan investor Sean Parker kemudian menjadi presiden perusahaan di tahun 2004 dan situs itu pun kemudian berganti nama setelah membeli nama domain Facebook seharga 200 ribu Dollar pada tahun 2005 silam. Hingga kemudian di tahun berikutnya, investasi sebesar USD 12,7 juta diinvestasikan oleh perusahaan modal ventura Accel Partners, yang kemudian memungkinkan terjadinya pembuatan versi jejaring untuk para siswa sekolah menengah. Nah, kemudian Facebook pun mengalami perkembangan menjadi jejaring karyawan perusahaan.
Saat itu, butuh waktu satu tahun (2006) saat Facebook mengumumkan mereka yang usianya 13 tahun, dan memiliki alamat email yang valid boleh bergabung dengan Facebook. Hingga pada 2009, akhirnya situs ini berhasil jadi jejaring sosial yang paling digandrungi masyarakat dunia (menurut analisis Compete.com). Bahkan sampai saat ini lebih dari 2 milyar orang tercatat menggunakan Facebook.

Berkat pencapaian yang luar biasa inilah akhirnya Zuckerberg pun menjadi miliarder termuda di dunia. Hebatnya lagi, dia juga menjadi orang yang low profile dan juga tetap dermawan. Selain itu, Mark Zuckerberg juga sudah menyumbangkan USD100 juta Dolar dari pendapatannya ke sistem sekolah umum Newark, di New Jersey, dimana sekolah tersebut mengalami kekurangan dana untuk operasional sekolah. Kemudian di tahun 2010 ia telah menandatangani sebuah janji bersama-sama dengan sesama pengusaha kaya yang lain, supaya bisa menyumbangkan sebagian kekayaan mereka untuk badan amal.

Setidaknya Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan menyumbangkan sebanyak USD25 juta untuk melawan virus ebola, mereka juga telah memproklamirkan bahwa 99% saham Facebook mereka akan disumbangkan ke Chan Zuckerberg Initiative, supaya bisa membantu untuk memperbaiki kehidupan masyarakat melalui berbagai aspek lingkungan bermasyarakat, yakni kesehatan, pendidikan, energi dan penelitian ilmiah.

Tags: , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares