Flip: Tidak Perlu Biaya Transfer Beda Bank, Kakak!

Jika selama ini kita merasa rugi saat mengeluarkan biaya Rp6.500 untuk transfer beda bank, hal itu juga dirasakan oleh pendiri Flip, yakni Rafi Putra Arriyan (Ari). Nah, keresahan itulah yang membuat Ari kepikiran untuk membuat startup bernama Flip. Tujuan Flip adalah memudahkan pengguna yang ingin transfer ke bank lain tanpa harus mengeluarkan biaya beda bank.

Biarpun biaya beda bank terdengar seperti angka yang kecil, namun apabila jumlah transaksinya banyak, lumayan menguras isi saldo juga. Maka, Flip bisa menjadi solusi untuk kebutuhan mendesak tersebut. Flip membantu penggunanya menghemat biaya yang tak penting-penting amat. Hasilnya, lumayan, 10 kali transaksi menggunakan Flip saja, bisa menghemat Rp65.000. Untuk mereka yang memiliki aktivitas perbankan padat merayap dan hanya memiliki satu rekening bank, tentunya layanan seperti ini bisa jadi angel application.

Untuk menggunakan Flip, kita cukup registrasi dan membuat akun, mengisi segala formulir yang disyaratkan. Lalu kita menyetorkan biaya pendaftaran di Alfamart. Proses ini disebut verifikasi tatap muka. Setelah sukses, kita bisa langsung melakukan transaksi pertama. Bye-bye, biaya transfer beda bank!

Berbeda dengan tranfer beda bank via ATM atau internet banking yang real time, kita harus sabar mengantri ketika bertransaksi via Flip. Flip akan melayani transaksi kita setelah transaksi pengguna sebelumnya selesai. Sebab Flip melakukan transfer ke bank tujuan kita secara manual. Jadi, Flip memiliki banyak rekening bank yang menampung banyak saldo. Pengguna cukup transfer ke rekening bank yang sama milik Flip dengan nominal uang yang ingin ditransfer ditambah kode unik. Setelah itu Flip melanjutkan transfer uang ke rekening bank tujuan kita.

Sebagai contoh ketika kita akan mengirim uang dari BCA ke BRI, maka kita hanya perlu transfer ke rekening BCA milik Flip. Selanjutnya, tugas Flip yang meneruskan amanah, yaitu transfer uang nominal yang sama dari rekening BRI milik Flip ke rekening penerima. Nah, kita cukup memantaunya saja.

Waktu yang dibutuhkan Flip untuk menyelesaikan transaksi tergolong relatif, tergantung banyaknya transaksi dari para pengguna yang diterima oleh Flip pada saat itu. Namun, Flip berani jamin transaksi selesai diproses dalam waktu kurang dari satu jam saja, umumnya sih hanya perlu 20 menit. Inilah kekurangan Flip dibandingkan ketika kita transfer langsung ke beda bank via mesin ATM atau internet banking. Namun, tetap saja Flip jadi primadona bagi pengguna yang kerap melakukan transaksi beda bank, asalkan transaksi tersebut bersifat santai. Sebab jika buru-buru, memang sebaiknya menggunakan transfer ke bank lain dari rekening bank supaya real time dengan biaya Rp6.500 per transaksi.

Flip telah mendapat izin resmi dari Bank Indonesia. Jadi, kita tidak perlu takut menggunakan Flip. Sebab Flip terlisensi dan diawasi Bank Indonesia. Penggunanya pun sudah banyak, sekitar 150.000 pengguna untuk saat ini. Sejak Oktober 2016, Flip telah melayani transfer antar bank senilai Rp1.000 Miliar.

Sampai saat ini, Flip tersedia dalam versi web dan mobile web serta Android yang dapat diunduh di Play Store. Kekurangannya, Flip baru bisa melayani transfer dari dan ke bank tertentu saja, tapi termasuk bank-bank besar seperti BCA, BNI, BRI, Mandiri. Ke depannya, Flip tentu akan menambah daftarnya. Selain itu, Flip belum bisa 24 jam melayani transaksi. Flip punya jam layanan dari hari Senin sampai Jumat buka pukul 09.00-19.00 WIB, sementara hari Sabtu Sabtu pukul 09.00-14.00 WIB.

Kelebihan lain jika memakai Flip, kita akan merasa muda selalu. Sebab setua apapun, kita tetap dipanggil ‘Kakak’. Jadi, inikah rasanya jadi Kak Seto?

Tags: , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 shares