Godfather dari Colombo Family

Five Families adalah sebuah nama yang ditakuti di Italia dan Amerika, karena itu adalah julukan untuk lima keluarga penjahat Mafia Italia-Amerika yang memiliki dominasi kuat sebagai kelompok kejahatan yang terorganisir sejak 1931 di AS. Hingga saat ini Five Families masih saja memegang kekuatan utama mafia Italia di negeri Paman Sam. Kelima nama keluarga yang bergabung adalah Genovese, Gambino, Lucchese, Joseph, dan Colombo.

Seperti yang telah disebutkan, Colombo Family merupakan salah satu keluarga yang tergabung dalam Five Families, sebelum terkenal dengan julukan Colombo Family. Nama Profaci Family adalah julukan untuk kelompok ini, hanya saja ada perubahan nama saat Joseph Colombo jadi pimpinannya (capo) pada 1963.

Karena Joseph Colombo tidak begitu suka pada al capo sebelumnya, ia memiliki pribadi yang gemar cari sensasi dan sangat unik. Saat dipantau FBI, ia malah menanggapinya dengan menyebut bahwa FBI sudah melecehkan orang-orang dari ras Italia-Amerika. Lalu ia mengorganisasikan para warga AS ras Italia-Amerika untuk berdemo di depan kantor pusat FBI, juga berusaha keras untuk menarik simpati dari pejabat pemerintahan sampai selebriti. Frank Sinatra pun ia ajak untuk mendukung ‘perjuangannya’.

Godfather Joseph (Joe) Colombo terlahir pada tanggal 14 Desember 1914, merupakan bos mafia Italia-Amerika yang berasal dari Cosa Nostra di New York. Terlahir dari keluarga Italia. Ayahnya, Anthony Colombo adalah seorang prajurit yang harus mengakhiri hidup dengan cara tragis, yakni ditembak di mobilnya bersama dengan sang istri.

Walau hidup dalam dunia yang gelap dan jahat, namun Joseph merupakan seorang Katolik yang cukup berprinsip. Ia tak menolerir pelanggaran yang dilakukan pada gereja, misalnya saja ada seorang pencuri yang mencuri mahkota dengan taburan permata dari salah satu gereja yang ada di Brooklyn, maka Colombo memaksa si pencuri untuk mengembalikannya. Walaupun si pencuri menurut, namun ada tiga berlian dari mahkota itu yang hilang. Alhasil si pencuri kemudian ditemukan tewas dengan rosario (kalung salib) yang melilit lehernya.

Sepak terjangnya di dunia gelap harus berakhir saat Joseph Colombo mendapatkan tiga peluru yang bersarang di kepalanya. Kejadian itu berlangsung tatkala ia mendekati podium untuk melakukan salah satu kampanyenya. Namun Colombo tak langsung tewas saat insiden penembakan terjadi. Saat itu ia terluka sangat parah namun mampu bertahan untuk beberapa waktu.

Tanggal 28 Juni 1971, dalam hari kedua kampanye persatuan Italia, pelaku penembakan terhadap Colombo dari jarak dekat adalah Jerome Johnson, yang saat itu menyamar sebagai jurnalis foto. Kemudian putra dari sosok Godfather tersebut dan beberapa orang langsung menyerang si penembak untuk mengamankannya, tetapi kemudian ada penembak lain yang datang dan menghabisi Jhonson, penembak itu lantas kabur. Bisa jadi ia adalah eksekutor untuk Johnson yang memang sudah disiapkan kalau-kalau Johnson ditangkap dan dipaksa untuk berkicau mengenai siapa yang menyuruhnya melakukan itu.

Tak banyak yang tahu hal apa yang menjadi motif dari kematian capo di Colombo Family ini. Ada yang berspekulasi bahwa pembunuhan ini didalangi oleh Joey Gallo, sosok berpengaruh dari dalam keluarga itu sendiri, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa Colombo ini tewas oleh rival mafiosonya sendiri yaitu Carlo Gambino.

Selama tujuh tahun penuh lamanya Colombo bertahan walau tak pernah sadar seutuhnya. Ia terbaring koma dan akhirnya pada tanggal 22 Mei 1978, datanglah pernyataan bahwa Joe meninggal di Blooming Grove, New York.

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares