Kegigihan Nabilah Alsagoff Membesarkan Doku Wallet

Doku Wallet adalah semacam alat pembayaran non tunai dan pembayarannya secara daring. Kurang lebih semacam Paypal cuma yang satu ini bikinan Indonesia asli. Nabilah Alsagoff namanya, seorang wanita Indonesia yang berhasil menembus ladang para pria dan ikut berjaya. Industri teknologi informasi memang masih agak awam untuk wanita, tetapi dengan komandonya, akhirnya Doku yang merupakan penyedia pembayaran daring yang dinaungi PT Nusa Satu Inti Artha ini mampu melesat menjadi yang terdepan di industrinya.

Berbagai jasa payment processing tersedia di Doku, dar mulai B2B, consumer, e-money dan remitance. Mengandalkan tiga produk utamanya yiatu: Doku Wallet, MyShortCart, serta sistem transaksi terintegrasi yang kompleks untuk berbagai macam perusahaan. Sementara itu untuk menunjang bisnisnya, saat ini Doku telah berhasil menggaet ragam penyedia layanan keuangan dalam dan luar negeri, misalnya saja seperti Visa, Mastercard, Mandiri, e-pay dan jangan lupakan layanan keuangan masyarakat Indonesia, BRI.

Jangan katakan perjalanan untuk sampai ke puncak itu enteng, sebab sama sekali tidak. Nabilah dkk berjuang dengan sangat keras untuk membesarkan Doku. Ide Doku sudah muncul sejak tahun 2005 namun terlaksana tahun 2007, saat itu baru Air Asia yang memiliki payment gateway dan Nabilah melihat hal ini sebagai salah satu peluang yang tak boleh dilewatkan. Seperti yang kita ketahui, Doku menjadi pemain lokal yang berani masuk ke dalam bisnis payment gateway. Tantangan pertama adalah menunjukkan potensi dan kekuatan mereka untuk meyakinkan calon klien supaya tertarik untuk berinvestasi pada jasa pembayaran daring yang dikelola Nabilah dkk itu. Apalagi saat itu dunia digital belum semarak seperti sekarang. Nabilah mengatakan, “You need to be passionate ketika mengelola bisnis baru, tidak boleh ragu-ragu,” dengan lantang.

Butuh waktu hingga tiga tahun untuk yakinkan dan dapatkan klien yang pertama, yakni sebuah toko bunga dan kemudian berhasil menggaet Asuransi Sinar Mas. Tantangan baru muncul saat berusaha mengajak Garuda Indonesia untuk bekerja sama, saat itu pihak Garuda juga sedang membangun branding layanan e-travel. Saat itu, 2008, Doku dapatkan tantangan dari Garuda untuk membuat solusi payment gateway untuk daring. Nabilah dan timnya sangat percaya diri dan mau mengambil risiko, walaupun hal itu baru pertama dilakukan namun hal itu juga bisa jadi pembuktian ‘taring’ Doku itu sendiri. Keputusan Nabilah yang seorang lulusan Jurusan English and Comparative Literature, di Murdoch University, Australia tahun 1990, ini ternyata tepat.

Proyek Garuda berhasil jatuh ke tangan Doku dan sejak saat itulah Doku akhirnya mendapatkan kepercayaan dari berbagai bank ternama karena mampu membangun sebuah solusi pembayaran daring untuk maskapai kenamaan Indonesia. Kemudian di tahun 2010 pertumbuhan Doku semakin nyata terlihat, karena e-commerce mulai merangkak naik. Layanan terbaru yang izin resminya sudah dimiliki Doku adalah e-money. Layanan yang satu ini juga makin digemari karena masyarakat modern mulai menyadari less cash society movement.

Doku yang gigih dan pantang menyerah, akhirnya mampu menggaet setidaknya 24 ribu merchant, dan juga sudah terkoneksi dengan 23 bank kenamaan. Yang lebih membanggakannya lagi adalah sejumlah perusahaan kelas kakap juga menjadi klien Doku. Bersama 217 karyawannya, Doku bekerjasama dengan Air Asia, Sinar Mas Land, Oppo, Viva dan Indonesian Idol.

Saat ini Nabilah bisa sedikit bernapas lega dan berbangga hati, perkembangan Doku cukup memuaskan, terlebih dari lini payment gateway sudah mencapai titik impas dengan memiliki pertumbuhan mencapai 30% per tahunnya. Bahkan di tahun 2013 silam Doku sudah memperoleh pencapaian total transaksi sampai US$ 1,1 miliar!

Apakah Doku cukup puas sampai di situ? Tentu saja tidak. Target berikutnya adalah terus membangun end user customer, Doku akan difokuskan untuk menjadi customer oriented company.

Tags: , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares