Tertarik dengan Bisnis Mata Uang Virtual, Korea Utara Adakan Kursus Bitcoin

Seorang penggagas startup Bitcoin Chainside berkewarganegaraan Italia bernama Federico Tenga pernah mengunjungi Pyongyang sebagai dosen tamu. Lalu puluhan pelajar paling pintar Korea Utara di bidang Teknologi Informasi dikumpulkan dalam satu ruangan. Di sanalah Tenga mengajar tentang bitcoin dan teknologi blockchain.

Universitas Teknologi Pyongyang menghubungi Tenga dan mengundangnya untuk mengajar soal bitcoin. Tenga mengakui hal ini adalah pengalaman yang ganjil. Sebab dia mengajar di negara yang janggal sehingga menjadi dosen tamu di sana rasanya seperti pergi ke planet lain.

Selama seminggu, Tenga mengajar di Universitas Teknologi Pyongyang. Di sana, dia memberi kuliah selama lima kali. Masing-masing berdurasi 90 menit untuk 40 pelajar dalam satu kelas. Para pelajar terbaik Korea Utara itu berusia 20-25 tahun. Selain itu, para dosen dan pengelola fakultas pun tak ketinggalan disuguhi seminar tambahan.

Dilansir dari VICE News, Tenga bersaksi bahwa sebagian besar rakyat Kim Jong-un yang ditemuinya lumayan fasih bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris. Kendati Korea Utara dikenal sebagai negara tertutup, para pelajar di sana mengetahui apa yang terjadi di dunia luar. Mereka melek wawasan, bahkan sejak lama sudah tahu tentang bitcoin. Namun, mereka masih belum tahu cara mining dan trading mata uang virtual ini. Untungnya, para pelajar Korut ini bisa cepat mengerti tentang topik hangat ini.

Selama berada di kampus, Tenga mengaku tidak ada pengawasan sama sekali. Dia bisa bebas berkeliaran sendirian dan tidak ada yang mengontrol tindak-tanduknya. Selama Tenga mengajar, tidak ada petugas pemerintah Korut yang mengawasi materi ajarnya. Hal ini membuktikan jika pemerintah Korut benar-benar ingin belajar, dengan para pelajar sebagai gelas kosong yang mesti diisi oleh pengetahuan dan ilmu tentang bitcoin.
Di sisi lain, Recorded Future sempat membuat laporan mengejutkan. Perusahaan intelijen keamanan yang didukung CIA dan Google ini mewartakan bahwa terjadi penambangan bitcoin di Korea Utara. Laporan ini didasari oleh rekaman traffic data internet dari negara tersebut.

Namun Tenga ragu jika rezim Kim Jong-un sudah bisa menambang bitcoin sendiri tanpa pengawasan ahli. Hal ini dikarenakan proses tersebut membutuhkan banyak komputer mutakhir dan eksklusif. Rakyat Korea Utara memang memiliki ketertarikan dengan teknologi, hal ini menjadi wajar apabila ada pakar komputer di negara itu melakukan tes penambangan Bitcoin. Namun, Tenga menampik hal itu. Menurutnya, mustahil ada aktivitas menambang cryptocurrency secara rutin dan berkesinambungan, apalagi disponsori negara.

Tenga malah mengira orang-orang yang mengawasi lalu lintas internet Korea Utara berpikir seseorang sedang melakukan mining, padahal di saat yang sama Tenga tengah menjalankan bitcoin node sepanjang hari selama di sana. Node bitcoin adalah istilah untuk komputer yang mengandung keseluruhan blockchain bitcoin, dengan fungsi membantu proses verifikasi semua transaksi yang terjadi dalam jaringan.

Seandainya memang belum mampu secara teknologi, setidaknya Korut sedang mengambil langkah besar. Korut berusaha memahami keuntungan dari bisnis mata uang digital sampai-sampai menggelar kursus dengan mendatangkan pakar asing segala. Bahkan rezim Kim Jong-un mengizinkan orang asing mendidik pelajar Korut dan pejabat negara di sana. Hal ini menandakan bahwa Korut menyadari pentingnya bitcoin dan cryptocurrency sebagai sumber pemasukan bagi rezim.

Nyatanya, menurut sumber yang menjadi juru bicara, kursus singkat yang diadakan di Pyongyang University of Science and Technology memiliki maksud untuk mendampingi Democratic People’s Republic of Korea (DPRK). Sehingga ilmu yang didapat dari kursus itu bisa menjadi sumbangsih pembangunan kapasitas yang mendukung efektivitas perkembangan. Yang ujung-ujungnya, menguntungkan orang-orang di negara komunis tersebut.

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares