Masa Kecil Hitler Part 1

Siapa tak tahu Adolf Hitler? Seorang lelaki bertubuh kecil dengan kumis separuh yang terkenal dengan pembantaian terhadap warga Yahudi, membuat dunia mengingatnya sebagai diktator kejam tanpa belas kasih. Masyarakat tentunya menerka-nerka, macam apa masa lalunya sampai-sampai ia menjadi sosok yang sedemikian sadis membantai warga.

Di bawah ini adalah beberapa fakta masa lalu Hitler yang masih belum diketahui masyarakat, beberapa mengundang tawa, beberapa membuat miris dan sisanya meringis ngeri. Kenali sosok kelahiran 20 April 1889 ini.

Cita-Cita Pertama Hitler Adalah Jadi Pendeta
Hitler kecil memiliki cita-cita yang anti mainstream, alih-alih jadi tentara atau dokter, ia lebih memilih jadi pendeta. Hal itu ia ucapkan saat menghadiri sekolah paroki di Lambach, Austria dan tengah tergabung dalam paduan suara anak-anak. Ia mengatakan bahwa menjadi kepala biara adalah sebuah cita-cita tertinggi bagi manusia yang layak diperjuangkan. Saat itu ia juga menjadi server altar di gereja lokal. Fakta itu tercantum dalam autobiografi milik NAZI yang berjudul “Mein Kampf”.

Merantau ke Wina Tahun 1905 dan Jadi Gelandangan
Hitler memiliki mimpi jadi seniman, walau ibunya ingin dia lebih profesional dalam bidang perdagangan dan ayahnya yang ringan tangan inginkan dia jadi pegawai negeri. Hitler malas-malasan di sekolah akademis dan akhirnya dapat nilai buruk yang berujung kekerasan dari sang ayah. Ibunya yang sangat mencintai Hitler selalu memeluknya setelah ia dipukuli sang ayah, itulah mengapa Hitler selalu membawa foto sang bunda kemanapun ia pergi, bahkan sampai akhir hayatnya tiba.
Tahun 1905 saat usianya 15-16 tahunan, ia memutuskan merantau ke Wina atas restu bunda. Mengikuti tes beasiswa di Universitas Seni dan ditolak karena menurut profesor penguji ia lebih cocok jadi arsitek dibandingkan seniman, walau berbakat namun ia tetap saja ditolak karena pendidikan teknik dasar tak dikuasai. Aduh-aduh!
Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seniman jalanan saja dan hidup menggelandang, menjadi pelukis jalanan dan hidup bersama seorang Yahudi beserta 6 anggota keluarga lainnya di sebuah rumah kumuh. Saat merantau dan menggelandang itulah ia bertemu dengan Linz Kubizek, seorang sahabat yang mengenal Hitler dan jadi orang pertama yang menyadari jiwa kepemimpinan yang dimiliki Hitler.

Cinta Pertama dan Khayalan Bunuh Diri Bersama
Semua orang tahu kebencian Hitler pada warga Yahudi sudah mendarah daging, tetapi tahukah bahwa cinta pertama Hitler adalah seorang gadis Yahudi? Gadis itu bernama Stefanie Isak. Saat itu ia masih 16 tahun dan sudah punya obsesi besar untuk dapatkan hati gadis Yahudi itu, bahkan konon katanya ia memiliki fantasi mengenai pernyataan cintanya. Yakni, menculik si gadis dan kemudian menyatakan cinta, namun jika ditolak maka ia akan mengajak si gadis bunuh diri bersama. Seram!

Lolos Dari Maut Karena Badan Lemah dan Anjing yang Bandel
Saat Perang Dunia I pecah, ia termasuk ke dalam Sukarelawan Pasukan Bavaria (Prusia) walau bukan WN Jerman melainkan Austria. Saat itu ia melamar jadi tentara Austria tapi ditolak mentah-mentah karena fisiknya terlalu lemah karena malnutrisi, tak sanggup memanggul perlengkapan tentara seberat 48 kilo dan berjalan kaki sejauh 5 kilo. Bahkan untuk mengangkat Riffle Gun dalam waktu yang lama pun ia tak mampu.
Resimennya dikirim ke garis depan dan saat itu terkena serangan artileri Perancis serta menewaskan lebih dari 500 teman satu resimen. Dari 600 tentara hanya tersisa 32 orang termasuk Hitler yang selamat karena berada terlalu jauh dari resimennya akibat kelelahan menggendong tas tentara (yang terlalu besar untuk dirinya yang kecil).
Dengan tubuhnya yang kecil, Hitler menjadi penyampai pesan yang gesit dan mudah menyelundup via parit-parit pertahanan yang sempit nan pengap. Keberanian dan kegesitannya diakui atasan dan sesama rekan tentara walau tubuhnya yang kecil sering jadi bahan olokan juga. Ia bahkan dapat 6 bintang penghargaan dengan julukan The Iron Cross. Saat ada serangan gas beracun pun ia selamat karena sedang mengantar pesan, selain itu ia juga terlambat karena menyelamatkan seekor anjing Herder setelah pulang mengantar pesan. Di lain waktu, saat santai bersama di kemah, anjing herdernya kabur dan Hitler harus lari tunggang langgang mengambil kembali anjing tersebut, hal itu jadi bahan tertawaan semua temannya dan Hitler marah besar. Ia memutuskan untuk menembak mati anjing tersebut dan membawanya keluar dari kemah.
Tak dinyana, setelah ia cukup jauh dari kemah terjadi sebuah hal yang mengejutkan sekaligus membuat ia jadi bersyukur. Kemahnya tertimpa artileri berat sampai satu peleton tewas. Hanya Hitler seorang yang tersisa.

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 shares