Mobutu: Diktator Berpeci Leopard

Kongo bukanlah nama negara yang memiliki popularitas tinggi, tetapi namanya cukup dikenal oleh masyarakat dunia, terlebih berkat sejarah pemerintahannya yang cukup rumit. Ialah Joseph Desire Mobutu, seorang putera Kongo yang lahir di Lisala, dari suku Ngbandi dan setelah dewasa mengubah namanya menjadi Mobutu Sese Seko Nkuku Ngbendu Wa Za Banga yang mengandung arti sosok manusia yang sangat agung dan cakap, memenangkan semua pertarungan dan bla bla bla. Mobutu memilih nama tersebut karena ia menganggap dirinya sebagai ksatria kukuh dengan kecerdikan, keterampilan, dan juga sanggup memenangkan pertempuran apapun.

Tapi namanya yang agung itu berbanding terbalik dengan perangai yang ia tunjukkan selama memerintah Kongo 30 tahun lamanya. Dimulai dari empat tahun setelah menggabungkan diri dengan pergerakan nasionalis (1956), pemerintahan nasionalis Patrice Lumumba pun ia kudeta, bahkan saat itu ia langsung menyatakan diri sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kongo.

Kemudian kudeta terjadi lagi pada tahun 1965, sekarang Presiden Kasavubu yang dikudeta oleh Letjen Mobutu, alasannya adalah ia tak suka dengan adanya ketegangan antara Presiden Kasavubu dan juga Perdana Menteri Moise Tschombe. Kemudian Mobutu mendeklarasikan dirinya sebagai penguasa Kongo sampai lima tahun kedepan dan sejak saat itulah ia jadi orang yang paling berkuasa di Kongo, lalu dipilih secara resmi lima tahun kemudian, yakni 1970.

Setelah setahun menjabat, nama Kongo pun ia ganti menjadi Republik Zaire. Ia mengkampanyekan budaya Afrika dengan gencar dan melakukan kampanye anti Eropa. Narsismenya semakin menjadi, dan dikabarkan saat menjadi presiden telah mewajibkan berita sore untuk menayangkan cuplikan dirinya yang muncul dari awan-awan sebelum mengudara, dan pembawa berita tak boleh menyebut nama siapapun kecuali namanya.

Mobutu yang identik dengan ‘peci’ motif Leopard—yang terlarang untuk orang lain kecuali ia sendiri, dan membawa tongkat kayu khas—yang konon butuh tenaga 8 orang untuk mengangkatnya, menasionalisasi berbagai perusahaan dari Eropa yang berdiri di negaranya, sementara berbagai macam jenis usaha yang telah dibangun orang Eropa di tanahnya langsung diusir. Tetapi keputusannya itu malah membuat perekonomian Zaire kesusahan dan terseok-seok. Pada tahun 1977, Mobuntu yang ditekan akhirnya memperbolehkan perusahaan dari Eropa untuk berbisnis di Zaire.

Saat pemerintahannya melemah, ia sempat meminta Belgia untuk membantunya memerangi pemberontak yang bertempat di Provinsi Katanga. Saat itu pemerintahannya sempat terselamatkan, ia bahkan sampai terpilih lagi jadi presiden Republik Zaire untuk kedua kalinya. Hanya saja, ia kemudian memasuki lingkaran kleptokrasi, dimana ia mengeruk harta sebanyak mungkin alih-alih bekerja untuk rakyat. Bahkan kekayaannya di tahun 1984 ditaksir sampai empat miliar dollar Amerika Serikat! Konon, uang itu disimpan di Swiss dan ia juga pernah menyewa pesawat Concorde dari Air France, tak hanya untuk perjalanan kenegaraan namun juga perjalanan pribadi sekeluarga untuk belanja-belanja di Paris. Armada Mercedes-Benz mewahnya juga menggemparkan, mobil-mobil tersebut sering digunakan untuk mengunjungi ‘istana-istananya’ yang sangat kontras dengan situasi masyarakat negara yang hampir hancur, rakyat kelaparan dimana-mana, dan para pegawai negeri yang tak dibayar.

Pada akhir dekade 90an tak lebih baik dari sebelumnya, ekonomi masih terpuruk dan muncul berbagai perlawanan padanya. Misalnya saja kelompok anti-Mobutu yang berasal dari kalangan pemerintahan, dengan pimpinan langsung Laurent Monsengwo dan Etienne Tshisekedi. Perlawanan ini serius dan membuat kesehatan Mobutu sampai terganggu, berkali-kali perawatan ia lakukan di Eropa. Pada saat itu kelompok Tutsi mulai menguasai wilayah timur Zaire.

Hingga pemberontak Tutsi dan kelompok anti Mobutu lainnya berkoalisi tanggal 16 Mei 1997, membentuk Kelompok Pembebasan Demokrasi Kongo-Zaire dan mampu menguasai Kinshasha. Melahirkan Laurent-Désiré Kabila sebagai presiden baru dan Zaire pun kembali menjadi Republik Demokrasi Kongo. Di akhir usianya Mobutu mengungsi ke Togo, tinggal di Rabat-Maroko. Di tahun 1997 ia meninggal dunia karena kanker prostat. Saat meninggal ia pun mengenakan ‘peci’ motif Leopardnya yang legendaris.

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares