Intrik dalam Gambino Family

Ada lima kelompok kejahatan yang terorganisir di New York City, Amerika Serikat. Kelima kelompok tersebut menamai diri sendiri sebagai keluarga, yakni Five Families. Lima keluarga penjahat Mafia Italia-Amerika yang memiliki dominasi kuat sebagai kelompok kejahatan yang terorganisir sejak 1931. Five Families merupakan mafia Italia yang berpengaruh di negeri Paman Sam. Kelima nama keluarga yang bergabung adalah Genovese, Gambino, Lucchese, Joseph dan Colombo.

Setelah membahas keluarga Colombo (Colombo Family), sekarang kita beralih pada keluarga kriminal Gambino (Gambino Family). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Gambino Family ini adalah satu dari “Lima Keluarga” yang mendominasi berbagai aktivitas kriminal di New York City. Mereka—yang dalam fenomena kriminal nasional terkenal sebagai Cosa Nostra (mafia) sudah mengalami tiga kali pergantian bos, yakni antara tahun 1910 dan tahun 1957. Mendapatkan nama Gambino sesuai dengan nama bos yang berhasil lolos dalam audensi McClellan di tahun 1963 yaitu Carlo Gambino. Itu adalah masa-masa pertama saat struktur kejahatan terorganisir mendapat perhatian serius dari publik.

Operasi kelompok ini berawal dari New York dan kemudian berlanjut ke daerah pesisir timur yakni ke California. Berbagai aktivitas terlarang yang dilakukan antara lain adalah perjudian, pemerasan, peminjaman uang dengan bunga tinggi, prostitusi, pencucian uang, pembajakan, dan penipuan.

Keluarga Gambino didirikan di New York setelah Perang Castellammar pada tahun 1931 silam. Setelah diresmikan, sampai seperempat abad ke depan akhirnya keluarga ini menjadi pemain dalam berbagai kejahatan terorganisir yang membuat heboh, dan salah satu anggota yang paling menonjol dalam masa tersebut adalah sosok underboss Albert Anastasia. Ia menjadi tak terkendali dan tak ada takut setelah menjabat sebagai kepala operasi di bidang penegakan hukum dunia bawah, yakni Murder, Inc. Sosok yang satu ini tetap memiliki kekuatan bahkan setelah Murder, Inc hancur pada akhir 1940-an. Ia lantas mengambil alih nama keluarga tersebut setelah membunuh pendirinya yakni Vincent Mangano.

Tahun 1957 menjadi tahun dimana keluarga Gambino bangkit, dan menjadi kelompok kejahatan paling kuat di Amerika Serikat untuk sementara waktu. Anastasia berhasil dibunuh saat sedang dicukur di Park Sheraton Hotel di Manhattan. Banyak ahli yang percaya sebenarnya Anastasia telah melakukan siasat untuk mengambil alih keluarga. Sebelum Anastasia tewas, Gambino juga telah bermitra dengan Meyer Lansky supaya bisa mengendalikan perjudian di Kuba. Berkat itu, kekayaan keluarga Gambino pun tumbuh pesat sampai tahun 1976.

Setelah Anastasia tewas, Carlo Gambino pun menjadi bos dan menamai keluarga sesuai nama belakangnya—Gambino. Kemudian Joseph Biondo menjadi underboss, sebagai hadiah atas kematian Anastasia, hanya saja kelakuannya yang mengganggu membuatnya digantikan oleh Dellachro Aniello pada tahun 1965. Lalu, muncul Vito Genovese yang berusaha jadi bos dari semua atasan dan ia yakin Gambino akan mendukungnya. Tapi kenyataannya Gambino diam-diam berkoalisi dengan Charles Luciano dan Frank Costello supaya bisa menyingkirkan Genovese. Bos Gambino Family itu lantas menyusun siasat untuk mengelabui Genovese dalam bisnis obat terlarang yang menguntungkan, dan membayar seorang pedagang kecil dari Puerto Rico untuk memberi kesaksian palsu. Hingga April 1959, akhirnya Genovese dihukum 15 tahun di penjara federal, dan meninggal pada tahun 1969.

Gambino lantas dengan cepat membangun keluarga tersebut jadi keluarga yang kuat dan kaya. Ia juga mendapatkan bantuan dari rumah judi di lepas pantai Meyer Lansky di Kuba dan Bahama, bisnis yang sangat menguntungkan untuk para Cosa Nostra. Masa keterpurukan keluarga Gambino pun terjadi tahun 1992, saat itu salah satu underbossnya yang bernama Salvatore “Sammy the Bull” Gravano memilih untuk bekerja sama dengan FBI. Akhirnya kerjasama yang dilakukan Gravano berhasil menjatuhkan Gotti, berbarengan dengan sebagian besar anggota penting keluarga Gambino lainnya. Keluarga Gambino tetap mampu bertahan, saat ini dikepalai oleh Frank Cali.

Tags: , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares