Pidi Baiq: Sosok di Balik Fenomena Dilan

Pidi Baiq adalah seorang tokoh yang sangat multitalenta, terlahir di Bandung, 8 Agustus 1972 dan dikenal sebagai seorang seniman multitalenta asal Indonesia. Penulis trilogi Dilan yang sangat fenomenal, juga seorang komikus, ilustrator dan juga pencipta lagu. Pertama kali namanya dikenal di tahun 1995 saat ia mendirikan The Panas Dalam, liriknya yang nyeleneh membuat band itu punya tempat tersendiri di hati pecinta musik. Hingga karyanya yang berjudul Dilan dipasarkan, masyarakat makin jatuh cinta padanya. ‘Dia adalah Dilanku tahun 1990’ yang terbit tahun 2014, ‘Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991’ terbit tahun 2015 dan terakhir ‘ Milea: Suara dari Dilan terbit tahun 2016’. Bukan hanya ketiga seri di atas, masih banyak karya tulisannya yang lebih dulu tersebar seluruh Indonesia.

Untuk lebih kenal dengan Pidi Baiq—ayah, surayah panggilan akrabnya, yuk simak fakta-fakta menariknya berikut ini:

1. Mantan Dekan IPB
Melihat hasil karyanya yang jenius, kita pasti sudah tahu seperti apa isi kepala seorang Pidi Baiq, tetapi tak menyangka juga jika ternyata ia adalah mantan dekan di ITB, yang juga jadi almamaternya. Bukan hanya orang lain yang tak percaya jika ia pernah memiliki jabatan tersebut, dirinya sendiri juga kadang tak percaya bahwa ia pernah menemban amanah sebagai seorang dekan.

2. Ayah Kita Lulusan ITB
Walaupun begitu asal-asalan dan nyeleneh abis, tetapi ada sisi akademiknya yang tak bisa dicapai sesama orang nyleneh lain. Saat kualiah mengambil jurusan jurusan FSRD di Institut Teknologi Bandung dan menekuni seni, kemudian setelah lulus ia melanglang buana ke Belanda, untuk mempelajari seni dan juga filsafat. Kisah dalam ‘Manuskrip Amsterdam’ adalah ceritanya saat ia berada di luar negeri. Psst, Pidi Baiq mengaku bahwa ijazahnya masih di ITB, lho! Bukannya apa-apa, untuk kenang-kenangan bahwa ia pernah kuliah di ITB, begitu katanya dalam sebuah seminar.

3. Bukunya Banyak!
Seperti yang sudah disebutkan di atas, Pidi Baiq sudah menulis lebih banyak buku. Dan serial Drunken adalah debut awal yang kemudian membuat nama Pidi Baiq dikenal khalayak ramai. Ada juga Drunken Mama, Drunken Monster, Drunken Marmut, dan Drunken Molen. Sekalipun tak setenar Dilan, tapi buku-buku itu dicetak ulang berkali-kali, lho! Berarti sama saja populer dong, ya? Hebat betul ayah kita ini.

4. Kung Fu yang Digilai
Nah, kita bisa melihat kesukaan Pidi Baiq dalam serial Drunken, sebab ia begitu menyukai Kung Fu dan film Drunken Master, dan jelas jika serial Drunken yang ditulisnya itu telah terinspirasi dari film juga buku Kung Fu Drunken Master yang menggunakan Jackie Chan sebagai bintangnya itu. Buku itu ditulis dengan gaya orang yang sedang mabuk, alias tak memperhatikan ejaan yang disempurnakan, jadi seakan-akan Pidi Baiq menulisnya sambil mabuk. Biar lebih menjiwai, begitu.

5. Pentolan The Panasdalam
Tahukah arti dari The Panas Dalam? Rupanya The Panas Dalam tadinya sebuah serikat dimana ia mengumpulkan begitu banyak orang dari berbagai agama, The Panasdalam adalah akronim dari aTHEis, PA-nya dari PAganisme, NAS-nya dari NASrani, DA-nya dari Hindu budDA, dan LAM-nya dari isLAM. Hal itu tercantum dalam pernyataan Surayah dalam blog pribadinya. Nah, setelah berdiri teguh sebagai sebuah band, sekarang lebih senang disebut sebagai bank—karena merasa banyak uang, ah ada-ada saja! Sebab The Panasdalam institute, foundation, front pembela, majlis, palang merah, tentara, bahkan rumah penampungan, juga rumah makan dan penerbitan. Kapan gabung, nih?

6. Pecinta Kue
Siapa yang sangka ternyata ada lelaki yang suka dengan yang manis-manis? Biasanya perempuan yang begitu, kan? Semua jenis kue dia sukai, kok! Jadi tak sulit untuk bawakan oleh-oleh untuk Pidi Baiq, bawakan saja kue manis yang lezat!

7. Dua Jam Jadi Walikota Bandung
Pidi Baiq adalah warga Ciwastra, jelas-jelas asli Bandung. Kemudian quotenya tentang Bandung juga diabadikan pak wali—Ridwan Kamil, di bawah terowongan jalan Asia-Afrika. Nah, uniknya di tahun 2014 silam, Pidi Baiq ingin ikut serta menunjukkan kecintaannya pada Bandung dan meminta izin jadi walikota dan asyiknya lagi Kang Emil—sapaan Ridwan Kamil, mengiyakan keinginan tersebut dan voila! Dua jam jadi walikota Bandung, di Twitter.

8. Tak Pelit Follback Followersnya
Ini tanda kerendahhatian seorang Pidi Baiq, ia tak ragu untuk mem-follow back follower akunnya di Twitter, facebook ataupun Instagram. Tapi itu dulu, sekarang followernya sudah sampai jutaan dan jangankan untuk follback, untuk membaca mentionan saja kadang kelimpungan!

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares