Prediksi @Strategi_Bisnis tentang Masa Depan Bitcoin dan Robohnya Bank Konvensional

Di twitter, ada akun bisnis yang cukup seru disimak cuitannya, yaitu akun dengan username @Strategi_Bisnis. Menurut bio, akun ini telah dinobatkan sebagai blogger bisnis terbaik dalam Pesta Blogger Indonesia 2010. Alamat blognya sendiri adalah strategimanajemen.net. Orang di balik blog tersebut adalah Yodhia Antariksa, Msc.

Cuitannya tentang bisnis dan keuangan cukup mudah diikuti oleh awam. Dibawakan oleh admin dengan santai dan jenaka. Sewaktu film Dilan meroket dengan jumlah penontonnya yang jutaan, @Strategi_Bisnis tidak tinggal diam. Dengan semangat mengikuti arus utama, @Strategi_Bisnis membuat utas tentang fenomena film Dilan dan bisnis perfilman di tanah air. Entah dapat sumber dari mana, @Strategi_Bisnis mengungkap angka-angka tentang biaya produksi dan promosi film Dilan, serta perkiraan net profitnya. Dengan gamblangnya, @Strategi_Bisnis menyebutkan, jika penonton film Dilan 1990 mencapai 5 juta, maka laba bersihnya berkisar 60 Milyar.

“60M itu berat. Kamu tak akan kuat. Biar aku saja yang menyimpannya,” begitulah cuitannya dengan tak lupa ikut-ikutan memarodikan gombalan Dilan.

Namun, @Strategi_Bisnis tidak mau menjual mimpi. Dibeberkanlah film-film yang tak selaris film Dilan 1990, yang ternyata jumlahnya tidak sedikit. Dengan cara kultwit, @Strategi_Bisnis menyebutkan bahwa ada dampak dari fenomena sebuah kesuksesan yang terus disorot, yaitu succes fallacy dan over confidence bias. Kecenderungan produser lain meniru jejak sukses pendahulunya, lalu yakin akan memperoleh hal yang sama, padahal probabilitas sukses kayak Dilan hanya 5%.

Pernyataan yang cukup membuat ciut nyali.

Belakangan ini, @Strategi_Bisnis membuat pernyataan yang bombastis terkait bitcoin dan cryptocurrency. Dengan haqul yakin, @Strategi_Bisnis mengatakan bitcoin dan cryptocurrency bisa membuat bank-bank konvensional roboh.

Alasannya, bitcoin dan cryptocurrency perlahan-lahan telah menggantikan fungsi uang fisik. Dilihat dari perkembangannya, bitcoin memang menjadi idola dan primadona akhir-akhir ini. Dikutip dari strategimanajemen.net, pertengahan bulan Februari 2018, harga bitcoin berada pada USD 10.000. Padahal pada tahun 2011, harganya hanyalah USD 1. Itu artinya jika kita investasikan uang satu juta rupiah untuk membeli bitcoin pada tahun 2011, hari ini nilai investasi tersebut menjadi 10 milyar rupiah.

Bitcoin dan kawan-kawannya punya misi yang lumayan bikin ngeri: menjadi mata uang digital yang berlaku global dengan nilai yang sama di belahan dunia mana pun. Hal ini menjadi ancaman bagi mata uang konvensional yang selama ribuan tahun kita gunakan untuk bermuamalah. Jika orang-orang beralih kepada bitcoin dan cryptocurrency lainnya untuk transaksi jual-beli secara digital, maka sebuah keniscayaan jika nantinya mata uang konvensional akan ditinggalkan.

Cara kerja cryptocurrency hampir sama dengan emas. Nilai keduanya ditentukan oleh permintaan dan persediaan. Ribuan tahun lalu, orang-orang melakukan jual-beli dengan perantara emas sebagai mata uang. Hingga saat ini, emas masih menjadi produk investasi yang menjanjikan. Namun, apabila saat ini memaksakan menggunakan emas untuk jual-beli, tentulah merepotkan. Maka, cryptocurrency mengambil alih peran tersebut. Toh, keduanya sama-sama ditujukan sebagai mata uang tunggal dunia, tanpa campur tangan bank dan bank sentral.

Bedanya, emas bentuknya batangan dan koin. Sementara bitcoin berwujud inovasi digital brilian bernama teknologi blockchain. Kehebatan cryptocurrency ketimbang emas: uang digital ini bisa ditransfer secara real-time cuma dengan klik-klik begitu saja. Praktis dan simpel. Sudah begitu, tidak perlu bank untuk save money, cukup pakai personal digital wallet.

Di era yang serba digital ini, prediksi @Strategi_Bisnis tersebut bisa saja menjelma nyata. Jika adopsi penggunaan cryptocurrency merebak bagai wabah penyakit, dampaknya bisa benar-benar terasa di kehidupan finansial kita.

Tags: , , , , , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares