Rencana Meledakkan Bulan

Tanggal 21 Juli 2014 adalah peringatan 45 tahun pendaratan manusia ke Bulan, bertepatan dengan hal itu Arsip Keamanan AS (National Security Archive) mengungkapkan sejumlah arsip rahasia ke muka publik. Bukan membahas tentang perlombaan antariksa yang mengemuka di Abad ke-20 yang berhasil memicu sejumlah teori konspirasi yang aneh. Masyarakat dunia terbagi dua, dimana sebagian meyakini bahwa yang pertama menginjak bulan adalah NAZI Jerman, walaupun dirahasiakan, sebab ada angan-angan kalau suatu saat nanti Adolf Hitler ingin membangun pangkalan NAZI di Bulan untuk mempermudah rencana balas dendamnya pada sekutu.

Sebagiannya lagi yakin jika pendaratan Neil Amstrong dan Buzz Aldrin itu cuma rekayasa saja, misi Apollo 11 tersebut dituding dilakukan di studio dengan arahan dari seorang sutradara yang bernama Stanley Kubrick. Sayangnya dokumen tersebut tidak mengungkapkan apapun tentang kedua isu yang menguar itu, namun malah membahas mengenai rencana AS yang ingin memiliterisasi bulan dan juga meledakkan bulan sampai hancur berantakan.

Tak main-main, dari akhir 1950an sampai dengan awal 1960an, sejumlah studi dilakukan oleh Angkatan Darat dan juga Angkatan Udara AS, tujuannya tak lain adalah mencari kemungkinan yang paling masuk akal supaya bisa menempatkan pasukan militer mereka di Bulan sana. Program Military Lunar Base dan Lunar Expedition Plan (LUNEX) merupakan dua studi rahasia besar-besaran yang mendapatkan dukungan penuh dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara, pendaratan manusia di Bulan ini menjadi operasi militer rahasia, demikian tutur Jeffery Richelson dari National Security Archive.

Lalu apa yang jadi latar belakang terjadinya program rahasia ini? Rupanya berawal dari ketegangan hubungan antara AS dan Uni Soviet, dengan klimaksnya tahun 1961, kedua negara besar itu sama-sama terdorong untuk melakukan perang nuklir yang berbahaya bagi semua penduduk bumi. Melihat program antariksa yang dilakukan oleh Uni Soviet lebih maju dari AS membuat para ahli jadi gelisah, terlebih setelah negaranya Hitler itu jadi yang pertama dalam sejarah berhasil mengirim pesawat ke orbit (Sputnik) bersama dengan seorang Yuri Gargarin. Dilanjutkan tahun 1959, berhasil meluncurkan Luna 2 adalah pesawat luar angkasa tak berawak pertama Uni Soviet yang berada di bulan.

Segala macam upaya yang dilakukan AS tak lain karena khawatir jika kosmonot Soviet lebih dulu menguasai Bulan, tutur Jeffery Richelson. Jadi militer AS ingin jadi yang lebih dulu untuk membangun pangkalan di Bulan yang kelak bisa meluncurkan senjata besar ke bumi, bahkan sudah dilengkapi dengan perkiraan logistik detil tentang angan-angan pangkalan di Bulan yang bisa terwujud 1969, apalagi proyek ini didukung oleh Gedung Putih.

Kemudian adanya sebuah gagasan solusi yang radikal dari Study of Lunar Research Flights—dimana Carl Sagan sang astronom terkemuka mulai ambil bagian tahun 1959, untuk mengakhiri Perang Dingin dan memastikan kemenangan ada di tangan AS, yakni dengan meledakkan Bulan. Masih dari Arsip Keamanan Nasional, dari sebagian laporan yang berhasil diklasifikasikan, terungkap sudah bahwa semua ‘penelitian di Bulan’ itu tak lain untuk membawa hulu ledak nuklir milik AS ke Bulan, supaya membuat Soviet gigit jari dan mengakui kelebihan AS. Lebih lanjut menurut Leonard Reiffel yang berasal dari Armour Research Institute, menyatakan bahwa maksud dari meledakkan bulan sampai musnah itu tak lain demi ambisi membuat AS tampak gagah di mata dunia.

Syukurlah, akhirnya rencana yang tak bijak itu pun batal dilaksanakan, karena Angkatan Udara AS telah memutuskan bahwa risiko lain seperti puing bulan yang meluncur ke Bumi akan menimbulkan masalah yang lebih besar daripada manfaatnya. Mereka mencari cara lain untuk membuktikan pada masyarakat dunia bahwa mereka tak akan kalah dari Rusia, tanpa perlu merusak lingkungan alami Bulan. Kemudian pada tahun 1967, kemudian PBB juga mengadopsi Outer Space Treaty yang telah melarang penggunaan senjata nuklir dari luar angkasa, dari Bulan juga tentunya.

Ujung dari Perang Dingin kedua negara tersebut akhirnya berakhir dengan pendaratan manusia di Bulan pada bulan Juli tahun 1969, bukan AS atau Soviet, melainkan NASA dan dengan tujuan damai dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares