Sejarah PayPal

Bagi yang biasa mengunjungi situs-situs belanja interasional pastinya sudah tak asing dengan PayPal. Paypal adalah semacam wallet online yang menyimpan uang kita dan bisa kita gunakan untuk berbagai keperluan ekonomis kita. PayPal Corp, pada awalya tak lain adalah sebuah perusahaan yang merupakan hasil dari penggabungan antara Confinity dengan X.com yang terjadi pada tahun 2000 silam. Lebih jauh lagi, Confinity berdiri di bulan Desember 1998 oleh Peter Thiel dan juga Max Levchin, tujuan awal dibentuknya Confinity itu sendiri adalah sebagai perusahaan perantara pembayaran Palm Pilot dan juga penyedia layanan kriptografi. Sementara X.com itu sendiri didirikan oleh Elon Musk pada bulan Maret di tahun berikutnya, yakni 1999 sebagai salah satu penyedia jasa perencanaan keuangan.

Paypal yang sempat diragukan justru malah menjadi sangat cemerlang. Paypal juga dinilai memiliki masa depan yang sangat menjanjikan. Bahkan eBay tanpa ragu telah menyimpulkan bahwa PayPal adalah perantara pembayaran lelang online mereka yang paling cocok dan aman. For your information, sebelumnya eBay sudah membeli Billpoint pada Mei 1999, dan setelah dimiliki akhirnya dijadikan satu-satunya media yang jadi perantara pembayaran resmi oleh eBay (walau metode pembayaran dengan cara lainnya juga masih diizinkan). Hanya saja setelah keberadaan Paypal, penggunanya pun meningkat. Bahkan pada bulan Februari di tahun 2000, tercatat kurang lebih ada sekitar 200.000 penawaran barang per harinya yang menggunakan PayPal, sementara itu rata-rata yang menggunakan Billpoint tak lebih dari angka 4.000 penawaran. Selisih jumlahnya saja sudah cukup banyak, ya? Tak heran jika kemudian pada bulan April tahun 2000 atau dua bulan kemudian, tercatat sudah lebih dari satu juta penawaran yang memanfaatkan keberadaan Paypal.

Akhirnya eBay melakukan hal yang membawa Paypal ke kesuksesan yang lebih besar lagi, yakni mengakusisinya pada tahun 2002, dengan harga yang fantastis yakni USD 1,5 miliar. Bahkan Paypal jadi anak emas, sebab eBay belakangan telah menghapus layanan pembayaran yang menggunakan Billpoint supaya bisa meningkatkan potensi PayPal. Dari tahun ke tahun pengguna dari Paypal makin bertambah, tak hanya untuk menjadi perantara transaksi jual beli, namun banyak juga yang menggunakan Paypal sebagai dompet online yang aman menyimpan uang mereka sampai kapanpun. Yang menarik adalah Paypal semakin berjaya sementara di luaran sana ada banyak pesaing utama PayPal yang ‘menyerah’ dan akhirnya menjadi bangkrut atau juga dijual, misalnya seperti Citibank C2IT yang sudah ditutup pada akhir 2003, bahkan Yahoo! PayDirect juga sudah tutup pada akhir 2004 silam, menyusul adanya layanan BidPay yang dimiliki oleh Western Union juga sudah ditutup pada tahun 2005 yang lalu. Walaupun ada yang sudah tutup dan menghilang dari jagat partner pembayaran, ada banyak juga pesaing Paypal yang tetap bertahan dan berusaha keras untuk tidak goyah, di antaranya adalah adalah AlertPay, Liberty Reserve, Kagi, dan juga Moneybookers.

PayPal disukai dan diandalkan karena pengguna dapat mengakses akun di mana saja dan kapan saja, melakukan pembayaran dengan sumber dana baik dari kartu kredit, kartu debit, bisa juga rekening bank. PayPal sangat mempermudah pengelola toko online, penjual jasa dan lainnya untuk menawarkan alternatif pembayaran bagi pelanggan mereka. Rekening PayPal diibaratkan seperti rekening bank online pada umumnya, tapi rekening bank online terbatas hanya berlaku di satu negara saja. Dengan PayPal, pengguna menembus batasan itu, sehingga dapat belanja di situs luar negeri, sebutlah eBay, Amazon dan sebagainya.

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares