Sejarah Tiket.com Hingga Kini

Tak bisa dipungkiri jika transportasi udara naik daun dan menjadi pilihan untuk bepergian bagi masyarakat Indonesia belakangan ini. Bukan hanya karena faktor efisiensi, namun tawaran harga yang disodorkan oleh maskapai nasional pun sangat beragam. Tentu saja konsumen menjadi subjek yang paling banyak mendapatkan keuntungan dan pilihan berkat ketatnya persaingan pada industri sejenis, sebab jelas jika masing-masing perusahaan berkompetisi keras untuk meningkatkan kualitas pelayanan sampai dengan menawarkan berbagai jenis promo yang menggiurkan.

Dengan munculnya penerbangan murah (atau low cost carriage) dengan Air Asia sebagai pionirnya telah membuahkan kesuksesan yang luar biasa. Ditambah lagi dengan kehadiran internet akhirnya memberikan andil besar bagi semua perusahaan untuk menghemat biaya promosi, sehingga tak perlu heran apabila saat ini banyak sekali maskapai nasional dengan berani memberikan penawaran yang kompetitif demi menggaet lebih banyak klien.

Awalnya hanya sebuah landing page..

Website tiket.com tahun 8 Agustus 2011, dilansir WebArchive.org
Website tiket.com tahun 8 Agustus 2011, dilansir WebArchive.org

Bicara mengenai Tiket.com, nama ini dibeli pada tahun 2007 oleh Wenas Agusetiawan. Hingga akhirnya pada Agustus 2011, diresmikan menjadi perusahaan bernama PT.Global Tiket Network dan kemudian diresmikan situs Tiket.com yang resmi beroperasi terhitung Desember 2011. Situs Tiket.com ini sendiri server nya berada di Singapura dan terkenal sebagai situs yang menjadi solusi online dalam penyediaan tiket penerbangan, booking hotel, tiket kereta api sampai dengan tiket untuk event dan konser pun bisa didapatkan di sini.

Jika diulik lebih dalam lagi, situs Tiket.com ini awalnya didirikan oleh 7 orang Co-founder, dimana 4 Co-founder masih menjalankan sampai sekarang, yaitu Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, Natali Ardianto dan Mikhael Gaery Undarsa. Konon pada awalnya sosok Wenas Agusetiawan yang membeli domain tiket.com dan beberapa domain cantik lainnya memasangkan landing page dan analytical tools yang mengukur berapa visitor yang mengunjungi domain name tersebut. Didapatkanlah bahwa tiket.com memiliki banyak peminat dan kemudian ia mengajak beberapa koleganya untuk bekerjasama membuat sebuah situs web khusus untuk melayani pemesanan tiket pesawat dan juga kereta api. For your information, Tiket.com ini adalah merupakan salah satu rekan bisnis Kereta Api Indonesia yang resmi di nusantara. Tak hanya bekerjasama dengan Kereta Api Indonesia, situs Tiket.com juga telah bekerjasama dengan berbagai maskapai penerbangan yang ada di Indonesia, tujuannya untuk memudahkan masyarakat yang ingin memesan tiker pesawat dengan menggunakan internet. Lebih praktis dan lebih lengkap jika pilihan maskapainya terbilang variatif.

Sampai saat ini, situs Tiket.com diketahui memiliki lebih dari jutaan pengguna jasa layananan travel online yang aktif dan juga memiliki kerjasama dengan PT KAI, juga beberapa maskapai nasional, diantaranya adalah Air Asia, Citilink, Lion air, Tiger, Mandala, Sriwijaya dan juga Merpati. Jangan lupakan juga jaringan kemitraan bersama dengan lebih dari 200.000 lebih hotel dalam dan luar negeri. Merencanakan liburan pun jauh lebih mudah dan praktis, cukup mengunjungi satu situs maka kita bisa mendapatkan tiket pesawat, booking hotel dan tiket lainnya dalam satu waktu yang sama.

Lebih dari enam tahun beroperasi, dilihat dengan menggunakan catatan dari www.alexa.com, yakni sebuah situs khusus yang menyediakan informasi ranking dari setiap situs internasional, maka situs Tiket.com telah tercatat sebagai sebuah situs yang menempati urutan rank global ke 11,841. Sudah tentu itu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa karena menunjukkan bahwa situs tersebut stabil. Bahkan untuk rank Indonesia pun menempati urutan website terpoluler ke 180 di Indonesia. Melihat perkembangan teknologi yang makin canggih dan semakin meningkatnya pengguna situs Tiket.com, tak bisa dipungkiri jika Tiket.com akan semakin berkembang dan bertumbuh ke depannya.

Diakuisisi Blibli.com 2017

Tidak ada satupun Startup yang memiliki kisah yang sama, namun tiket.com memiliki kisah yang sangat luar biasa. Tercatat menurut salah satu founder tiket.com, startup asal tanah air ini hanya pernah mendapatkan satu kali funding dari Angel investor = (Boleh di baca horang tajir, saya lebih prefer orang visioner yang kebetulan ada duit nganggur) dan pertumbuhannya melalui proses bootstrapping – atau istilah lainnya adalah modal dengkul/ tidak bakar-bakar uang untuk growth. Pada Juni 2017, BliBli.com atau anak perusahaan e-commerce Djarum mengumumkan akuisisi tiket.com dan menempatkan CEO baru George Hendrata. Baca Selanjutnya : Tiket.com ganti logo paska akuisisi.

Setiap Selasa, tim Ilmu.com akan membahas cerita menarik tentang perusahaan berbasis digital, aplikasi, web dan teknologi sejenisnya.

Kami namakan rubrik ini: Selasa Dot Com Selamat Menikmati!

Kami percaya bahwa impian tanpa eksekusi, hanyalah mimpi siang bolong yang tak akan menghasilkan apapun. Dan semua impian online anda dapat dimulai dari CekDomain.com dimana anda dapat mencari dan membeli dot com anda sendiri!

Seperti biasa, jika anda ingin menambahkan cerita dotcom yang layak untuk kami tulis, jangan sungkan berkomentar! Terima kasih

Tags: , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Comments

  1. Pingback: [Filosofi] dibalik tiket.com mengganti logo baru – ilmu.com – Tempat menambah, mencari dan berbagi ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 shares