Serba-Serbi Bitcoin

Bagi anak zaman now yang mengikuti perkembangan teknologi, maka pasti tak asing lagi dengan istilah Bitcoin. Istilah yang mungkin sudah terdengar tidak asing di telinga ini adalah satu jenis cryptocurrency yang memiliki nilai paling tinggi di dunia.

Yang dimaksud dengan Cryptocurrency itu sendiri adalah sebuah penemuan di internet, yaitu berupa uang digital yang secara independem beroperasi tanpa adanya campur tangan bank sentral. Ide awalnya adalah bagaimana caranya untuk membuat sistem di mana uang tidak terikat oleh lokasi geografis yang merepotkan, seperti internet misalnya.

  1. Mata Uang ini Tak Dikontrol Entitas Manapun

Ada mata uang yang tak dikontrol lembaga yang berwenang? Berbeda dengan Rupiah, Dollar dan berbagai mata uang lainnya ada entitas yang mengontrolnya, ini adalah salah satu hal yang membedakan Bitcoin dengan mata uang lainnya.

Misal, Rupiah dikontrol oleh Bank Indonesia (BI) dan karena itu BI bisa berbagai kebijakan dengan tujuan mencegah adanya inflasi atau adanya perubahan nilai Rupiah yang signifikan. Sementara Bitcoin tidak.

Nah, itulah kenapa harga Bitcoin jai lebih fluktuatif jika kita bandingkan dengan mata uang yang lain, sebab tak ada entitas yang mengontrol harga Bitcoin. Jadi singkatnya harga Bitcoin itu ditentukan oleh semua orang yang sama-sama punya Bitcoin.

  1. Jumlah Bitcoin Ternyata Terbatas

Walaupun namanya mata uang virtual, ternyata jumlahnya sangat terbatas, lho! Jumlahnya yang tersedia di seluruh dunia cuma ada 21 juta Bitcoin saja dan itu pun 1 juta Bitcoin dimiliki oleh Satoshi Nakamoto si penemu Bitcoin. Dan jumlah tersebut sudah dikonversi ke dalam sebentuk kode-kode programming dan katanya, Bitcoin terakhir ditambang sekitar tahun 2140 nanti.

Kenapa jumlahnya terbatas? Karena untuk menjaga nilai mata uang tersebut. Sama halnya seperti emas dan permata, terbatasnya emas dan permata membuatnya selalu mahal dan berharga. Pun demikian dengan Bitcoin.

  1. Semua Transaksi Visible

Transparan sekali semua transaksi yang berhubungan dengan Bitcoin, bukan cuma history transaksi namun juga saldo seseorang juga bisa diakses oleh siapa saja lho. Tapi bukan berarti data pribadinya juga bisa diakses lho ya!

Jadi nama dari pemilik akun Bitcoin itu bisa dimunculkan atau disembunyikan. Jadi hanya transaksi dan juga jumlahnya saja yang dicatat jadi bisa dipantau oleh publik dengan bebas.

  1. Tadinya semua bisa Menambang

Salah satu cara untuk dapatkan Bitcoin adalah dengan menambang atau mining. Sebab Bitcoin itu dihasilkan melalui pemecahan soal matematika yang rumit dan melibatkan serangkaian perhitungan algoritma memusingkan di komputer. Jadi nanti saat masalah tersebut sudah terurai dengan sempurna, maka si penambang berhak mendapatkan Bitcoinnya. Sekarang menurut para ahli, almost impossible untuk menambang Bitcoin BTC, karena cost dari power yang di hasilkan miner, dan hasil mining yang didapat, sudah tidak masuk akal, dan tidak bisa untung. Sekarang yang masih memungkinkan untuk para miner menghasilkan sesuatu, adalah alternative cryptocurrencies yang lainnya.

  1. Sistem yang Sangat Aman

Karena sistem Bitcoin yang open source dan transaksinya bisa dilihat orang lain, tetapi Bitcoin memiliki sistem yang bernama BlockChain (rantai blok), jadi sistem ini tidak berpusat dan juga saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Semakin panjang rantainya, semakin sulit pula algoritmanya. Karena sekarang rantai blok Bitcoin sudah sangat panjang, sudah pasti sulit sekali untuk ditembus.

  1. Risiko Hilang Atau Dicuri Sangat Besar

Karena bentuknya yang mata uang virtual, maka Bitcoin ini kemudian disimpan dalam bentuk file digital saja, dikenal sebagai wallet file. Wallet file ini kurang lebih sama seperti dompet uang tunai, hanya saja dalam bentuk digital.

Hanya saja wallet file yang tersimpan di harddisk peralatan elektronik sangat rentan rusak karena virus, dan akhirnya dapat membuat Bitcoin yang tersimpan hilang tanpa jejak. Bahkan dompet digital itu juga bisa diretas, atau dicuri dengan malware. Belum lagi kalau tak sengaja reset. Ah repot deh!

  1. Tak Berharga Walau Pertumbuhannya Luar Biasa

Bitcoin ini memilik nilai tukar mata uang digital yang terus saja naik dalam kurun waktu yang sangat singkat. Bahkan beberapa waktu yang lalu nilai tukar 1 bitcoin bisa sampai US$8.742 atau sekitar Rp117 juta (Harga per tanggal 26 November 2017 Pukul 6:00). Luar biasa, ya? Rumornya mengabarkan bahwa harga bitcoin akan  naik ke US$10,000,- yep, ceban US bukan Rupiah.. di akhir tahun 2017 ini. Bisa di bilang ini adalah sebuah kesempatan untuk membeli Bitcoin.

Bagaimana bisa nilai tukar Bitcoin melonjak naik? Salah satunya karena adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang digital itu. Tapi ingatlah, karena Bitcoin ini lahir berkat adanya kemauan dan juga kepercayaan dari para pengguna maka tak menutup kemungkinan Bitcoin kelak akan jadi hal yang tak berharga sama sekali saat muncul mata uang digital baru, atau saat Bitcoin tak lagi digunakan.


Ingin membeli bitcoin di Indonesia? Kami dari tim ilmu.com merekomendasikan Bitcoin.co.id sebagai exchanger terkemuka untuk memulai pembelian Bitcoin pertama anda, selain mudah, dan nyaman, dan banyak pilihan pembayaran seperti Bank Transfer, Cash payment, Voucher dan e-wallet, Bitcoin Indonesia juga menawarkan banyak varian cryptocurrencies seperti, Bitcoin Cash (BCH), Bitcoin Gold (BTG), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Stellar Lumen (XLM), Zcoin (XZC) dan lain lainnya, untuk diperjual belikan di pasar crypto currencies.

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Comments

  1. Pingback: Nilai Bitcoin Sudah Tembus 120 Juta Rupiah – ilmu.com – Tempat menambah, mencari dan berbagi ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 shares