Superman: Dulu Botak Sekarang Jambul

Bisa dibilang Superman (Lelaki Super) adalah superhero paling terkenal dan paling berpengaruh di dunia. Kelahiran karakter fiksi ini dibidani oleh penerbit komik DC Comics dari Amerika Serikat. Duet kreator Superman adalah seorang seniman asal Kanada bernama Joe Shuster serta penulis Amerika Serikat bernama Jerry Siegel. Sosok Superman dibuat pertama kali pada tahun 1932 di Cleveland, Ohio, tepatnya saat kedua kreator masih remaja. Enam tahun setelahnya, yakni pada tahun 1938, mereka berdua menjual Superman kepada Detective Comics, Inc.

Kali pertama kemunculan Superman pada 30 Juni 1938, dalam serial Action Comics edisi #1 Amerika Serikat. Setelah itu, muncul di berbagai media, seperti serial drama radio, acara televisi, film layar lebar, surat kabar, komik, novel dan permainan video berbahasa Inggris. Ketenaran Superman inilah pembuka gerbang bagi ikon budaya pahlawan super berikutnya pada buku-buku komik Amerika Serikat.

Superman punya banyak nama panggung. Dia kadang dijuluki sebagai “The Man of Steel” atawa “Manusia Baja”. Kadang juga dia disebut “The Man of Tommorow” alias “Pria Masa Depan”, dan tentu saja dia juga dipanggil “The Last Son of Krypton” yang mana artinya “Putra Terakhir Planet Krypton”.

Superman memang berasal dari Planet Krypton dengan nama Kal-el. Orang tuanya adalah Jor-El dan Lara. Ketika Planet Krypton akan meledak, bayi Kal-el dikirim dalam pesawat luar angkasa menuju bumi. Sesampainya di bumi, dia diangkat anak oleh Jonathan dan Martha Kent yang tidak memiliki anak. Tanpa potong tumpeng, Kal-el pun berganti nama menjadi Clark Kent.

Seiring berjalannya waktu, Clark Kent tumbuh menjadi pahlawan super. Beragam kekuatan dia miliki, di antaranya, kecepatan dan kekuatan fisik yang luar biasa, peningkatan kemampuan indra sehingga mampu memiliki pendengaran yang sangat peka dan penciuman tajam. Yang spektakuler adalah matanya yang bisa memancarkan sinar panas. Selain itu, Superman bisa mengeluarkan nafas es (tanpa bantuan permen mint).

Namun, Superman yang menjadi lambang kekuatan budaya Amerika Serikat ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan yang paling populer adalah kryptonite, yaitu sisa-sisa serpihan Planet Krypton. Kryptonite memiliki radiasi berbahaya dan bisa bikin Superman mendadak letoy.

Selain jambul keriting mi instan, ciri khas Superman yang terkenal adalah logo huruf “S” di dadanya. Inilah yang menjadi sumber inspirasi dari penggunaan simbol representatif di dada karakter superhero yang diciptakan setelahnya. Namun, rekan kerja Superman di Justice League, yaitu Batman tidak bisa ikut-ikutan pakai huruf inisial “B” di dada karena sudah keduluan oleh maskot majalah Bobo.

Yang unik adalah proses kreatif dalam penciptaan karakter Superman. Awalnya, Superman dibuat tidak seperti sekarang. Superman versi awal adalah seorang psikopat botak jenius dengan kekuatan telepati. Hobinya pun bukan membantu manusia lain, melainkan membuat teror, dengan satu tujuan yang ingin diwujudkan, yaitu menguasai dunia.

Namun, untung dapat diraih, malang tak dapat ditolak, “Superman Botak” ini tidak laku. Kemudian, pada tahun 1933, Siegel menulis ulang kisah karakternya yang semula jahat menjadi sosok yang berbeda. Karakter ini akhirnya dirombak sebagai seorang pahlawan super. Sementara Superman botak dan jahat malah di-plot menjadi musuh bebuyutan Superman yang kini dikenal sebagai Lex Luthor.

Pelajaran yang kita bisa ambil dari proses kreatif penciptaan karakter Superman ini adalah proses kreatif itu sendiri. Tidak ada proses yang sia-sia. Mungkin hasilnya tidak sesuai harapan. Tapi apabila kita bisa melihat dari sudut pandang lain, kita bisa menemukan inspirasi untuk ide cerita dan karya yang lebih baik.

Tags: , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 shares