Titik Penting dalam Kisah Joey Alexander Sila, Musisi Jazz Cilik dari Indonesia

Sejak masuk dalam nominasi Grammy Award ke-58 untuk kategori Best Jazz Instrumental Album dan Best Improvised Jazz Solo, nama Joey Alexander Sila mulai dikenal oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Joey yang bahkan belum masuk usia balig ini memang bukan anak kecil sembarangan. Dia adalah salah satu musisi berbakat yang disebut Barry Likumahuwa hanya akan muncul dalam empat puluh tahun sekali.

Pernyataan yang dilontarkan Barry memang tidak berlebihan untuk seorang Joey Alexander. Meski dengan kaca mata tebalnya Joey terlihat agak mirip dengan Harry Potter, tetapi sihir yang dimainkan berbeda. Beri Joey tongkat sihir, dia tidak bisa apa-apa. Namun beri dia piano, maka Anda akan tersihir dengan permainannya.

Joey Alexander Sila adalah anak dari Denny Sila dan Farah Leonora Urbach yang lahir di Denpasar, Bali, pada 25 Juni 2003. Petualangannya di dunia musik dimulai sejak kecil, ketika ayahnya memperkenalkan musik jazz dari album kepunyaannya dan mem memberikan hadiah electronic keyboard yang merupakan miniatur alat musik piano saat usia Joey menginjak enam tahun. Dari sini Joey mulai belajar secara otodidak dengan lebih banyak mendengar komposisi musik jazz dari koleksi album yang dimiliki oleh ayahnya. Hebat ya?

Tapi, pertemuan Joey dengan Herbie Hancock lah yang menjadi titik penting dari karirnya di dunia musik Jazz.

Ketika Joey berusia genap delapan tahun, dia bermain untuk Herbie Hancock yang saat itu berkunjung ke Jakarta sebagai Goodwill Ambassador Unesco. Di sana, berdasarkan cerita Joey, Hancock mengatakan bahwa dirinya percaya kepada Joey. Percaya bahwa Joey dapat menjadi pianis hebat di kemudian hari. Dari sinilah Joey memutuskan untuk mendedikasikan masa kecilnya untuk musik Jazz.

“You told me that you believed in me and that was the day I decided to dedicate my childhood to jazz,” kata Joey kepada Hancock di gala untuk Jazz Foundation of America.

Sisa cerita dari sini, sudah bisa Anda temukan di berbagai tulisan yang tersebar di internet. Prestasi demi prestasi pun didapatkan oleh Joey sejak dia memutuskan untuk mendedikasikan masa kecilnya untuk musik jazz. Paling populer dan membuat penduduk Indonesia bangga, ya tentu saja keberhasilan Joey masuk dalam nominasi Grammy Award ke-58 yang membuatnya menjadi pianis jazz Indonesia pertama peraih nominasi Grammy.

Dari kisah singkat tokoh cilik ini, harusnya kita bisa memetik beberapa pelajaran. Salah satunya adalah tentang kepercayaan. Tanpa pertemuan dan perkataan Herbie Hancock kepada Joey ketika keduanya bertemu, mungkin Joey akan menempuh jalan yang lebih panjang untuk bisa menjadi pianis cilik berprestasi seperti sekarang. Ya, hanya dengan memberikan sebuah “kepercayaan”, Anda bisa mengubah hidup orang secara drastis.

Pelajaran berikutnya yaitu mengenai kerja keras. Mari kita kesampingkan dulu perkara bakat yang dimiliki Joey, lihatlah sedikit bagaimana Joey mau mempelajari jazz dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Joey tidak puas hanya diajari oleh ayahnya, dia pun mencoba belajar sendiri dengan mendengarkan berbagai sumber. Mulai dari album-album milik ayahnya hingga video-video di Youtube. Belum lagi, tak ada yang tahu berapa jam dalam sehari Joey menghabiskan waktu untuk belajar jazz di masa-masa awal perkenalan dia dengan genre musik ini.

Terakhir, yaitu mengenai dukungan. Ketika Joey mulai menunjukkan rasa jatuh cintanya dengan jazz, orang tuanya pun memberikan dukungan. Dari hal kecil saja, yaitu membelikan miniatur piano, memperdengarkan koleksi album jazz, hingga pindah ke lingkungan yang dipenuhi oleh musisi-musisi jazz.

“If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together,” African Proverb.

Tanpa dukungan orang tua, tanpa “kepercayaan” yang diberikan oleh Herbie Hancock, dan tanpa kemauan keras untuk belajar jazz, kita tidak akan pernah mengenal Joey Alexander yang sekarang. Dengan usianya yang masih muda, masih banyak waktu yang dimiliki Joey untuk mengembangkan bakatnya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah musik internasional.

[Img Source: Amy Sussman/Invision/AP – csmonitor]

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 shares