Vicky Prasetyo: Cocok Jadi Capres 2019

Pak Prabowo bilang hanya kader Gerinda dengan nama berakhiran huruf vokal ‘O’ yang bisa menjadi calon presiden di 2019. Hal ini tidak salah. Mengingat hampir seluruh presiden RI memang bernama demikian sejak tahun 1945. Mulai dari Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan terakhir Joko Widodo.

Kemudian, gara-gara menikah dengan Angel Lelga dan di-blow up oleh media, nama Vicky Prasetyo muncul di tengah hangatnya pernyataan bombastis Pak Prabowo tersebut. Seakan-akan dua fenomena tersebut minta dikait-kaitkan. Konsonan langit pun tahu jika nama Vicky Prasetyo berakhiran huruf vokal ‘O’. Namun, Vicky Prasetyo bukanlah nama asli. Nama lahirnya adalah Hendrianto. Berakhiran ‘O’ juga. Berarti dia sudah menggenapi teori politik Pak Prabowo untuk menjadi capres 2019.

Apakah ini kebetulan? Tentu saja tidak.

Vicky Prasetyo yang saat itu masih memakai nama Hendrianto pernah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Karang Asih, Cikarang. Setara dengan Hokage di Konohagakure. Namun, sayang, saat itu Dewi Fortuna belum berpihak kepada Hendrianto. Nggak tahu kalau Dewi Rezer.

Ternyata memang impian Vicky Prasetyo sejak kecil adalah menjadi seorang pemimpin atau birokrat. Selayaknya orang yang senantiasa merawat cita-cita, dia pernah mendaftar menjadi bakal calon wali kota Bekasi 2018 melalui Partai Amanat Nasional. Namun karena dia sibuk mempersiapkan pernikahan dan printilannya, jadi keteteran dan nggak fokus. Apalagi mesti latihan lompat dari helikopter dan berenang di laut yang dinaungi oleh green day, itu kan susah banget dan butuh waktu ekstra.

Namun, Vicky Prasetyo tidak pernah menyerah demi mengejar impiannya. Sesuai dengan ujarannya yang sempat diliput oleh media online.

“Kalau orang pernah gagal dan nggak mau coba lagi, itu namanya frustrasi. Tuhan paling nggak suka orang frustrasi. Kalau saya sih selama belum dicabut nyawa dan tutup mata, saya akan terus mencoba meraih mimpi saya dengan terhormat.”

Siap!

Jika ada kesempatan menjadi capres, tentu Vicky tidak akan menolak. Terbayang, ketika orasi, dia kembali memakai materi yang sama seperti saat mencalonkan diri sebagai kades Karang Asih. Malah materi tersebut lebih pas untuk seorang capres. Hal ini membuktikan dulu dia tidak terpilih jadi kades, karena pantasnya jadi capres. Jabatan kepala daerah terlalu kecil untuk megahnya potensi sebuah entitas bernama Hendrianto.

“My name is Hendrianto. I am froms the birthday in Karang Asih City. I have to my mind. I have to my said. I’m get to the good everything. I wanna come to investor to my place. America, Europe, and everything, Japanesse and Asia. I’m ready for they are. I wanna give to the fresh and glory to my people. It is Indonesia satu yang maju, cerdas dan berakidah.”

Di tangan Vicky Prasetyo, Indonesia akan kedatangan investor dari Amerika, Eropa dan segala macam. Tentu saja, orang Jepang dan Asia juga. Nggak tahu maksudnya apa Vicky bilang begitu. Mungkin menurutnya, orang Jepang bukan orang Asia.

Jika menjadi presiden, Vicky Prasetyo akan memberikan kesegaran dan kejayaan untuk rakyat. Realisasinya, mungkin bakal ada program ‘satu rumah satu AC’. Seger bener. Apalagi kalau sebulan sekali ada fasilitas gratis tambah freon.

Visi Vicky tidak main-main: Indonesia satu yang maju, cerdas, dan berakidah. Terbayang, kelak rakyat Indonesia bersatu, bersinergi dengan kemajuan teknologi dan kecerdasan intelektual, namun tetap berjalan dalam koridor agama.

Ketika debat capres, lalu ditanya tentang alasan kenapa ingin menjadi orang nomor satu di Indonesia, maka Vicky akan menjawab, “I’m a ready. I’m have the imagination, I have the mindset and have everything to myself.”

Yang akan terancam dengan obsesi Vicky Prasetyo adalah Ivan Lanin dan orang-orang dalam lindungan KBBI. Vicky Prasetyo dengan bangga mengatakan dirinya telah merusak bahasa asing di saat orang-orang dirusak oleh bahasa asing. Bertentangan dengan itu, menurut Ivan Lanin, “Utamakan Bahasa Indonesia. Lestarikan Bahasa Daerah. Kuasai Bahasa Asing.”

Tags: , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 shares