WR Soepratman: Musisi Heroik Kebanggaan Bangsa

Seorang pelajar sekolah pernah ditanyai oleh seorang host sebuah reality show perihal siapa pencipta lagu wajib Indonesia Raya. Sang pelajar menjawab, “Soekarno!”

Host heran. “Kalau Soekarno yang bikin lagu, WR Soepratman ngapain?”

“Bantu-bantu, kali, Pak!” jawab sang pelajar bombastis.

“Bantu-bantu?” Host tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Hal yang memilukan. Mengingat WR Soepratman adalah pahlawan nasional, tapi ada generasi milenial yang tak mengenal beliau. Sudah berjasa mengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membangkitkan semangat kemerdekaan, malah dibilang jasanya hanya bantu-bantu.

Nama panjang WR Soepratman adalah Wage Rudolf Soepratman. Wage di sini dieja seperti nama hari dalam sepasar. Wage memiliki nama Belanda, yakni Rudolf, walau dia asli orang Indonesia. Nama itu adalah pemberian kakak iparnya, yang tak lain adalah WM van Eldik. Maksudnya supaya kelak bisa bersekolah di Europese Lagere School (ELS), sebuah sekolah yang hanya menerima orang Eropa dan Belanda. Walau trik tersebut akhirnya ketahuan, lalu Wage dikeluarkan dan pindah ke Sekolah Melayu.

Wage Rudolf Soepratman terlahir sebagai anak dari pasangan Joemeno Kartodikromo dan Siti Senen. Konon, Joemeno ini pernah bergabung dengan tentara KNIL atau Kesatuan Tentara Hindia Belanda. Wage Rudolf Soepratman sendiri adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara.

Saat Megawati menjadi presiden, tanggal kelahiran WR Soepratman telah ditetapkan tanggal 9 Maret 1903. Padahal menurut Pengadilan Negeri Purworejo, dengan keputusan yang diterbitkan bahwa tanggal kelahiran Wage sesuai dengan fakta adalah 19 Maret 1903. Uniknya, tanggal 9 ataupun 19 Maret itu sama-sama hari pasaran Wage.

Tempat kelahiran WR Soepratman masih belum jelas, beberapa menyebutnya di Jakarta, namun ada juga yang menyebutnya di Surabaya. Hanya saja jika menelisik ucapan sang kakak yakni Roekijem, adiknya lahir di Jakarta namun dimakamkan di Surabaya. Lebih tepatnya lagi menurut Pengadilan Negeri Purworejo, tempat kelahiran WR Soepratman tak lain di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Di usianya yang hanya 35 tahun tersebut, WR Soepratman tidak pernah menikah. Apalagi sampai memiliki keturunan, juga tak sempat mengangkat anak, hingga akhirnya menutup usia. Yang jadi anaknya tak lain adalah lagu-lagu ciptaannya sendiri, Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini. Mirisnya, sampai menutup mata, dia tak pernah tahu jika lagu tersebut kelak menjadi lagu kebangsaan. Tapi tentunya Wage sudah merasakan kepuasan batin ketika berhasil mencipta tembang penyemangat.

Saat menyiarkan lagi ciptaannya yang terakhir, WR Soepratman ditangkap oleh Hindia Belanda. Dia menyiarkan lagunya yang berjudul Matahari Terbit tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya. Dia lalu ditahan di Penjara Kalisosok, Surabaya. Tujuh tahun kemudian dia meninggal karena sakit, tepat tanggal 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun pula sebelum Indonesia merdeka.

Di penghujung tahun 2017, rilis film berjudul Wage yang digarap dengan serius oleh sutradara John De Rantau dalam genre biografi. Dengan lokasi syuting di kawasan kota lama Semarang, Solo dan Magelang, juga Jogja dan tentu saja kota Purworejo. Film ini diperankan oleh Rendra Bagus Pamungkas sebagai WR Supratman dan Prisia Nasution memainkan lakon Salamah sang kekasih WR Supratman. Film ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 November 2017.

Film Wage berusaha mengeksplorasi perjalanan kepahlawanan WR Supratman dalam menelurkan lagu-lagu seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya. Film biopik ini bertujuan untuk terus mengenang jasa musisi heroik itu sebagai pahlawan nasional yang berpengaruh terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia. Harapannya penonton dapat meneladani aksi-aksi kepahlawanan WR Supratman dalam aktivitas kekinian sebagai generasi milenial.

Mencontoh tokoh Jumat kali ini, kita bisa memberikan sumbangsih kepada negara dengan apa yang kita punya, apa yang kita cintai dan apa yang kita kuasai. Lakukanlah hal berfaedah untuk negara dengan penuh semangat. Kita tidak pernah tahu pengaruh di masa depan dari apa yang telah kita berikan. Bisa saja mengubah jalan hidup orang lain. Atau malah seperti WR Soepratman, mengubah jalan takdir sebuah bangsa.

Setiap hari Jumat tim ilmu.com akan membahas tentang para tokoh nasional dan tokoh internasional beserta beragam fakta mengenai mereka. Kami sebut rubrik ini – Jumat Tokoh. Setiap tokoh punya cerita yang bisa kita jadikan inspirasi.

Nantikanlah cerita para tokoh inspiratif yang akan menemani dan menambah wawasan Anda setiap hari Jumat ini.

Jangan sungkan untuk bertanya, mengkritik, berkomentar, atau sekedar Say Hi! di kolom komentar ya!

Tags: , , , , , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

25 shares