Yerusalem: Kota yang Jadi Rebutan

Yerusalem merupakan kota tertua di muka bumi. Letaknya di dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Samawi, yakni Yahudi, Kristen dan Islam. Orang Israel dan rakyat Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka. Namun pengakuan tersebut belum dapat pengakuan luas secara internasional.

Dilansir dari surat kabar Arutz Sheva, pemimpin Israel kembali menegaskan bahwa Yerusalem adalah milik Yahudi. Pertengahan bulan ini, perdana menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, “Tembok Ratapan telah menjadi milik kami selama tiga ribu tahun. Dinding ini dan negara Israel akan tetap menjadi milik kami selamanya,” ia menyatakan hal tersebut di pertengahan bulan ini, dalam puncaknya perayaan hari suci Hanukkah di Kotel (Tembok Ratapan dalam bahasa Ibrani).

Seperti yang kita ketahui, tembok ini letaknya ada dalam kompleks Masjid Al-Aqsha. Itulah kenapa kaum Yahudi sejagat raya sangat percaya diri menganggapnya sebagai tempat suci mereka. Sampai saat ini mereka yakin betul bahwa dinding ini adalah sisa Kuil Sulaiman Kedua, karena yang pertama telah dihancurkan. FYI, Hanukkah itu sendiri memang ada untuk mengenang kulit tersebut.

Kota tua yang penuh dengan sejarah ini adalah kota suci bagi tiga agama, yakni Islam, Yahudi dan juga Kristen. Di sana terdapat Masjid Al-Aqsha (yang berkubah hijau, jangan tertukar dengan Masjid Umar yang kubahnya emas) yakni mesjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Bahkan dari masjid inilah Nabi Muhammad melaksanakan mi’raj setelah isra dari Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Sementara itu umat Kristen memiliki gereja Makam Yesus di sini. Bahkan mereka juga sudah biasa melakukan ziarah rute perjalanan Yesus sampai ke bukit Golgota di mana Yesus disalib.

Kota ini punya posisi bergengsi dalam sejarah ketiga agama tersebut. Jadi, wajar sekali jika kota ini terus menjadi rebutan. Walau PBB sudah menyatakan bahwa Yerusalem berada di bawah kontrol mereka, namun Israel dengan pongahnya mencaplok kota ini setelah mereka memenangkan Perang Enam Hari tahun 1967 silam.

Restu penguasaan itu diberikan Knesset (parlemen Israel) lewat Hukum Dasar pada September 1980. Bahkan dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota abadi Israel dan tak bisa diganggu gugat, serta tentu saja tidak dapat dibagi dua dengan negara mana pun, bahkan untuk Palestina sekali pun. Sejak pengesahan penguasaan itu, semua kantor pemerintahan segera dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem Barat, bahkan istana presiden dan kediaman resmi PM Israel pun turut hijrah.

Sementara itu, semua pemimpin dan juga rakyat Palestina, juga didukung penuh umat Islam di seluruh bumi mendukung Yerusalem Timur untuk menjadi ibukota negara itu.

“Kami bersumpah terus berjuang untuk menguasai Al-Aqsha (Yerusalem),” tutur pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza, yakni Mahmud Zahar dengan berapi.

Seperti yang sudah ditebak, negara Bintang Daud itu tak akan mau mengabulkan tuntutan Palestina yang tanahnya mereka caplok itu. Malah saat Yassir Arafat masih hidup, negara Israel ini pernah mengusulkan Abu Dis, yang berada di luar Yerusalem Timur, menjadi ibukota alternatif Palestina dan ditolak mentah-mentah.

Akhirnya, kedua pihak ini akan tetap sama keras kepala untuk mempertahankan klaim mereka atas Yerusalem si kota suci, hasilnya? Konflik berkepanjangan antara kedua bangsa besar ini tak akan penah berakhir sampai kiamat nanti. Negara mana yang berhak atas Yerusalem? Hanya Tuhan yang memiliki wewenang itu.

Tags: , ,

Related Posts

by
Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 shares